Pembiayaan perumahan di Australia meningkat, dengan tren positif dalam pinjaman investor dan pemilik rumah.

    by VT Markets
    /
    Aug 13, 2025
    Data pembiayaan perumahan Q2 di Australia menunjukkan peningkatan permintaan hipotek. Nilai pinjaman investor meningkat sebesar 1,4% dari kuartal sebelumnya, membalikkan penurunan sebelumnya sebesar 0,3%. Nilai pinjaman pemilik rumah juga naik sebesar 2,4%, dibandingkan dengan penurunan sebelumnya sebesar 2,5%. Total nilai pinjaman rumah meningkat sebesar 2,0%, sesuai dengan harapan dan membalikkan penurunan sebelumnya sebesar 1,6%.

    Implikasi pada Kebijakan Bank Sentral

    Perbaikan ini mungkin menurunkan ekspektasi untuk pelonggaran kebijakan yang agresif oleh Reserve Bank of Australia. Namun, diharapkan tidak akan berdampak besar pada keputusan mereka. Data pembiayaan perumahan yang kuat di Q2 menunjukkan pasar mungkin terlalu agresif dalam memperkirakan pemotongan suku bunga oleh Reserve Bank of Australia. Kami telah melihat rebound yang solid dalam pinjaman baik dari investor maupun pemilik rumah, yang masing-masing meningkat 1,4% dan 2,4%. Kekuatan dalam permintaan kredit ini berarti kita harus menurunkan ekspektasi untuk pelonggaran yang segera atau mendalam dari bank sentral dalam beberapa minggu mendatang. Pandangan ini didukung oleh angka inflasi terbaru yang kami terima pada akhir Juli 2025, yang menunjukkan CPI utama tetap tinggi pada 3,8%. Dengan inflasi masih jauh di atas target RBA 2-3%, rebound perumahan ini memberikan alasan tambahan bagi mereka untuk tetap sabar. Oleh karena itu, kemungkinan pemotongan suku bunga pada pertemuan September atau Oktober 2025 kemungkinan telah berkurang.

    Peluang dan Prospek

    Bagi para pedagang derivatif, ini menunjukkan peluang dalam kontrak berjangka suku bunga jangka pendek. Kita bisa mempertimbangkan untuk bersiap menghadapi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lama dengan menjual kontrak berjangka obligasi pemerintah 3 tahun, karena harganya akan jatuh jika ekspektasi pemotongan suku bunga dihilangkan. Secara historis, kita melihat kontrak berjangka obligasi dijual secara tajam selama siklus kenaikan suku bunga 2022-2023 ketika data ekonomi yang kuat mengejutkan pasar. Dolar Australia juga kemungkinan akan mendapat dukungan dari data ini. RBA yang tidak terlalu dovish dibandingkan dengan bank sentral lain, seperti Federal Reserve AS yang telah mengisyaratkan jeda, membuat AUD lebih menarik. Kita bisa mengekspresikan pandangan ini dengan membeli opsi panggilan AUD/USD, yang menghasilkan keuntungan dari meningkatnya nilai tukar sambil membatasi risiko penurunan. Di sisi ekuitas, perubahan ekspektasi suku bunga ini bisa memberi sedikit rintangan bagi ASX 200. Sektor-sektor yang sensitif terhadap suku bunga seperti teknologi dan real estate investment trusts (REITs) mungkin menghadapi tekanan jika biaya pinjaman dianggap tetap tinggi. Opsi put perlindungan pada indeks bisa menjadi cara yang bijaksana untuk melindungi portofolio ekuitas yang sudah ada dari kemungkinan penurunan.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    Chatbots