Ekspor non-minyak di Singapura turun sebesar 4,6%, bertentangan dengan perkiraan kenaikan sebesar 1,8%.

    by VT Markets
    /
    Aug 18, 2025
    Ekspor non-minyak Singapura mengalami penurunan sebesar 4,6% dibandingkan tahun sebelumnya, bertentangan dengan penurunan yang diperkirakan sebesar 1,8%. Ini mengikuti pertumbuhan sebelumnya sebesar 13,0%. Penurunan yang tidak terduga dalam ekspor non-minyak menunjukkan penurunan permintaan untuk barang-barang Singapura. Dengan penurunan yang tidak sesuai dengan perkiraan analis, angka ekspor ini dapat mempengaruhi strategi ekonomi.

    Dampak pada Ekonomi yang Bergantung pada Perdagangan

    Penurunan tajam ekspor non-minyak Singapura sebesar -4,6% adalah sinyal negatif yang jelas bagi ekonomi yang bergantung pada perdagangan. Angka ini, yang jauh dari yang diharapkan sebesar -1,8%, menunjukkan pendinginan cepat dalam permintaan eksternal. Oleh karena itu, kita harus memprediksi kelemahan Dolar Singapura (SGD) terhadap Dolar AS dalam beberapa minggu mendatang. Kelemahan ini didukung oleh tren global yang lebih luas yang telah kita lihat berkembang pada pertengahan 2025. Data terbaru menunjukkan bahwa PMI manufaktur resmi China untuk Juli 2025 kembali masuk ke zona kontraksi di angka 49,7, yang merugikan permintaan di salah satu pasar ekspor utama. Selain itu, penjualan semikonduktor global, komponen penting dari ekspor Singapura, telah turun 6,2% dibandingkan tahun sebelumnya menurut angka industri terbaru untuk kuartal kedua 2025. Dengan data ini, kami melihat potensi untuk penurunan di pasar saham lokal. Indeks Straits Times (STI) sangat terpapar pada pertumbuhan global, sehingga opsi put pada ETF yang mengikuti STI bisa menjadi cara yang bijak untuk melindungi diri atau berspekulasi terhadap penurunan lebih lanjut. Banyak perusahaan terbesar di indeks ini kemungkinan akan melihat proyeksi pendapatan direvisi turun akibat berita ini.

    Perubahan Kebijakan Potensial

    Otoritas Moneter Singapura (MAS), yang menggunakan nilai tukar mata uang sebagai alat kebijakan utama, akan memantau situasi ini dengan cermat. Kinerja ekspor yang buruk ini meningkatkan kemungkinan bahwa MAS akan mengadopsi sikap yang lebih netral atau bahkan dovish pada pertemuan kebijakan mendatang di bulan Oktober 2025. Ini memperkuat pandangan kami bahwa arah paling mudah bagi SGD adalah ke bawah. Kami dapat melihat kembali perlambatan pada tahun 2019, ketika cetakan ekspor yang lemah serupa mendahului beberapa bulan kinerja SGD yang buruk dan volatilitas. Pola historis ini menunjukkan bahwa tren saat ini bisa memiliki ketahanan. Akibatnya, kami antisipasi meningkatnya volatilitas implisit, yang mungkin memberikan peluang bagi trader yang menggunakan strategi opsi seperti straddle jika mereka mengharapkan ayunan harga yang lebih besar.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    Chatbots