Setelah mencapai rekor tertinggi, emas mengalami penurunan karena kekuatan Dolar AS mendorong pengambilan keuntungan di antara para trader

    by VT Markets
    /
    Oct 21, 2025
    Harga emas telah turun lebih dari 4% setelah mencapai rekor tertinggi mendekati $4,380. Penurunan ini disebabkan oleh menguatnya Dolar AS dan sentimen perdagangan yang lebih positif antara AS dan Cina, yang mengurangi permintaan akan aset aman. Saat ini, Emas (XAU/USD) diperdagangkan sekitar $4,135, telah jatuh hampir 5% setelah sempat mencapai $4,081 sebelumnya. Konfigurasi teknis menunjukkan pola double top yang potensial pada grafik 4 jam, menunjukkan kemungkinan penurunan lebih lanjut di bawah $4,200.

    Dampak Pembicaraan Perdagangan AS-Cina

    Peningkatan selera risiko akibat optimisme tentang pembicaraan perdagangan AS-Cina memengaruhi Emas. Jika tarif 100% yang direncanakan pada barang-barang Cina dapat dihindari, ini dapat memperkuat aset berisiko dan memperkuat Dolar AS. Meskipun Emas mundur, pandangan yang lebih luas tetap didorong oleh harapan adanya perubahan kebijakan Federal Reserve yang lebih dovish. Suku bunga yang lebih rendah menguntungkan aset yang tidak menghasilkan seperti Emas, dan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi yang terus berlangsung menarik aliran investasi aman. Presiden Trump menyatakan harapan untuk kesepakatan perdagangan yang menguntungkan dengan Cina pada KTT APEC, tetapi memperingatkan kemungkinan tarif 155% jika tidak ada kesepakatan yang dicapai. Penutupan pemerintah AS yang sedang berlangsung dan menguatnya Dolar AS juga memengaruhi dinamika pasar. Dengan emas yang mundur tajam dari puncaknya, kita melihat sinyal bearish jangka pendek yang jelas dalam grafik teknis. Pola double top di sekitar $4,380 menunjukkan momentum telah memudar, menjadikan opsi jual strategi yang menarik untuk menargetkan penurunan lebih lanjut. Pelanggaran di bawah $4,200 akan mengonfirmasi pandangan ini, membuka kemungkinan untuk menguji dukungan dekat $4,050 dalam beberapa minggu mendatang.

    Data CPI Mendatang Dan Pandangan Pasar

    Kita harus memperhatikan dengan cermat data Indeks Harga Konsumen (CPI) yang tertunda pada hari Jumat ini, karena ini akan berdampak langsung pada keputusan Federal Reserve yang akan datang. Pasar memperkirakan probabilitas 98.9% untuk pemotongan suku bunga bulan ini, menurut alat CME FedWatch, suatu sikap yang didukung oleh tren inflasi terbaru yang telah moderat dari puncak yang terlihat di tahun-tahun sebelumnya. Setiap deviasi dari harapan ini dalam laporan CPI akan memperkenalkan volatilitas pasar yang signifikan untuk emas dan dolar. Penurunan ini, namun, dapat menjadi titik masuk strategis untuk posisi bullish jangka panjang, mengingat harapan Federal Reserve yang sangat dovish. Kita dapat mempertimbangkan untuk membeli opsi beli dengan kedaluwarsa Januari 2026 untuk bersiap menghadapi pemulihan setelah pemotongan suku bunga yang diharapkan diumumkan pada 30 Oktober. Strategi ini memungkinkan kita untuk memanfaatkan dukungan fundamentalis untuk emas sementara bernavigasi terhadap sentimen bearish saat ini. Kekuatan dalam Indeks Dolar AS, yang kini mendekati 98.84, menjadi hambatan utama bagi logam mulia. Kita ingat lonjakan kuat dolar di atas 114 pada akhir 2022, jadi meskipun level saat ini kuat, itu tidak ekstrem secara historis. Jika keputusan kebijakan Fed melemahkan dolar, emas akan memiliki katalis utama untuk pemulihan yang tajam.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code