Dampak Terhadap Perdagangan Internasional
Penurunan ekspor China menunjukkan kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi negara tersebut dan dampaknya terhadap hubungan perdagangan internasional. Perkembangan seperti ini diperhatikan karena potensi efeknya dalam dinamika perdagangan secara global. Dengan ekspor China di bulan Oktober 2025 yang turun tak terduga sebesar 1,1%, hal ini menjadi sinyal jelas tentang lemahnya permintaan global. Data ini tidak berdiri sendiri, karena sebelumnya terdapat PMI Manufaktur ISM AS yang mencatat angka kontraksi sebesar 48,7. Oleh karena itu, kita dapat mengantisipasi peningkatan sikap defensif di pasar. Dampak langsungnya sudah terasa di komoditas, yang menunjukkan bahwa aktivitas industri sedang melambat. Harga tembaga telah turun 4% dalam sebulan terakhir menjadi sekitar $3,40 per pon, dan kami memperkirakan akan ada tekanan penurunan lebih lanjut. Ini mendorong kami untuk lebih memilih posisi pendek pada mata uang yang terkait dengan komoditas, khususnya dolar Australia dibandingkan dolar AS. Bagi trader ekuitas, kami percaya bahwa membeli opsi put pada indeks pasar besar seperti S&P 500 adalah cara yang efektif untuk melindungi diri dari kemungkinan penurunan. Volatilitas sedang rendah, dengan VIX berada di sekitar 14, sehingga opsi menjadi relatif murah. Data buruk dari China ini dapat menjadi pemicu yang mendorong VIX kembali mendekati level 20 dalam beberapa minggu mendatang.Reaksi Pasar Dan Konteks Sejarah
Melihat kembali, kami melihat dinamika serupa pada akhir 2022 ketika data ekspor China yang melemah mendahului ketakutan akan pertumbuhan global dan penjualan besar-besaran pada saham siklikal. Saat itu, pasar yang sangat terekspos pada perdagangan global, seperti indeks DAX Jerman, mengalami kinerja yang sangat buruk. Kami memperkirakan pola tersebut mungkin akan terulang. Kekurangan ekspor ini secara langsung mempengaruhi perusahaan yang memiliki paparan pendapatan tinggi terhadap China, terutama di sektor barang mewah Eropa dan otomotif Jerman. Oleh karena itu, kami berhati-hati terhadap nama-nama ini dan melihat peluang untuk membeli opsi put atau membangun spread put pada ETF terkait. Data ini mengonfirmasi perlambatan di sektor konsumen yang telah kami antisipasi. Berbeda dengan respons kebijakan selama periode 2020-2021, bank sentral kini memiliki sedikit ruang untuk merangsang perekonomian akibat inflasi yang tetap di atas target. Data dari Federal Reserve menunjukkan bahwa PCE inti masih di level 2,8%, yang membatasi kemampuan mereka untuk memotong suku bunga secara preventif. Ketidakadaan jaring pengaman ini berarti kita harus bersiap untuk periode kelemahan pasar yang lebih lama. Buat akun VT Markets Anda secara langsung dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.