Dalam sesi Asia dini hari, pasangan USD/JPY naik di atas 153,50 karena ketidakpastian kenaikan suku bunga.

    by VT Markets
    /
    Nov 9, 2025
    Pasangan USD/JPY meningkat menjadi sekitar 153.70 selama sesi Asia awal pada hari Senin. Ini terjadi karena Yen Jepang melemah akibat ketidakpastian terkait kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ). Perdana Menteri Jepang yang baru, Sanae Takaichi, merencanakan paket stimulus ekonomi sebesar $65 miliar pada akhir November. Meskipun bank sentral Jepang enggan untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, beberapa anggota percaya kondisi sudah siap untuk kenaikan. Notulen dari pertemuan BoJ pada bulan September menunjukkan dua anggota meminta kenaikan suku bunga segera. Dewan tersebut menyarankan bahwa target stabilitas harga 2% hampir tercapai. Sementara itu, sentimen konsumen AS turun ke level terendah sejak Juni 2022, dengan Indeks Sentimen Konsumen UoM turun menjadi 50.3 pada bulan November, turun dari 53.6 pada bulan Oktober, di bawah ekspektasi 53.2.

    Pengaruh Kebijakan BoJ

    Yen Jepang dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk kebijakan BoJ dan perbedaan imbal hasil antara obligasi Jepang dan AS. Meskipun Yen sering dianggap sebagai tempat aman, perubahan terbaru dalam kebijakan BoJ dapat mendukung nilainya. Kinerja Yen secara historis dipengaruhi oleh kebijakan moneter BoJ yang sangat longgar, yang sekarang secara bertahap dibalik. Dengan USD/JPY diperdagangkan dekat 153.70, kita mendekati level intervensi kritis yang terakhir kali terlihat pada akhir 2024. Pasar terjebak antara ketidakpastian mengenai langkah selanjutnya Bank of Japan dan tanda-tanda jelas pendinginan ekonomi AS. Ketegangan ini menunjukkan bahwa periode perdagangan yang terbatas kemungkinan akan segera berakhir dengan pergerakan harga yang signifikan. Dari sisi Jepang, kami melihat tekanan yang meningkat pada Bank of Japan untuk akhirnya memberikan kenaikan suku bunga lagi. Data CPI Inti Tokyo terbaru untuk bulan Oktober 2025 tercatat 2.9%, tetap di atas target 2% bank sentral dan memicu spekulasi tentang langkah sebelum akhir tahun. Sejak BoJ menghentikan kebijakan suku bunga negatif pada bulan Maret 2024, para pedagang telah menunggu langkah lanjutan yang lebih agresif.

    Dollar AS Di Bawah Tekanan

    Sementara itu, dollar AS tertekan oleh data ekonomi yang buruk, membuat dorongan untuk naik menjadi sulit. Penurunan Indeks Sentimen Konsumen Universitas Michigan menjadi 50.3 sekarang diperparah oleh laporan Non-Farm Payrolls minggu lalu, yang menunjukkan tambahan bersih hanya 95.000 pekerjaan. Penutupan pemerintah yang sedang berlangsung jelas berdampak pada kepercayaan konsumen dan bisnis. Menghadapi kekuatan yang berlawanan ini, posisi untuk pergerakan tajam ke arah mana pun adalah pendekatan yang paling logis dalam beberapa minggu ke depan. Kami telah melihat volatilitas implisit satu bulan pada opsi USD/JPY naik di atas 14%, mencerminkan antisipasi pasar akan terjadinya pergerakan besar. Pedagang derivatif harus mempertimbangkan strategi yang menguntungkan dari meningkatnya volatilitas ini, seperti long straddle, daripada melakukan taruhan arah yang pasti.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code