Tingginya baru multi-tahun di atas 179,00 untuk EUR/JPY muncul dari lemahnya Yen yang terus berlanjut.

    by VT Markets
    /
    Nov 12, 2025
    EUR/JPY naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun di atas 179.00, mencapai 179.29 pada hari Rabu, didukung oleh kelemahan berkelanjutan dari Yen Jepang. Kenaikan ini terjadi saat angka inflasi Jerman mengkonfirmasi perlambatan pertumbuhan harga, yang mendorong ekspektasi suku bunga stabil dalam jangka panjang dari Bank Sentral Eropa (ECB).

    Inflasi dan Suku Bunga

    Indeks Harga Konsumen Harmonis Jerman meningkat sebesar 0.3% MoM dan 2.3% YoY, sesuai dengan target stabilitas harga ECB. Isabel Schnabel dari ECB menyatakan bahwa suku bunga sudah dalam posisi yang baik, meskipun risiko inflasi tetap sedikit mengarah ke atas. Di Jepang, panggilan Perdana Menteri Sanae Takaichi untuk tetap mempertahankan kebijakan moneter longgar berkontribusi pada lemahnya Yen. Paket stimulus fiskal diharapkan di Jepang pada 21 November, yang menunjukkan potensi penundaan dalam kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) hingga setelah bulan Desember. Para trader memantau kemungkinan intervensi Jepang di pasar valuta asing jika Yen terus melemah. Perbedaan suku bunga antara Zona Euro dan Jepang saat ini mendukung EUR/JPY. Euro adalah yang terkuat terhadap Yen Jepang, dengan EUR naik 0.56% terhadap JPY. Peta panas menunjukkan perubahan persentase mata uang utama satu sama lain, dengan Euro secara khusus mengungguli Yen. Dalam situasi terkini pada 12 November 2025, perbedaan suku bunga antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) tetap menjadi pendorong utama. Estimasi awal inflasi untuk Zona Euro pada bulan Oktober berada di angka 2.5%, sedikit di atas target ECB, yang mendukung keputusan mereka untuk tetap mempertahankan suku bunga tinggi saat ini. Hal ini menjadikan posisi panjang EUR/JPY melalui derivatif seperti futures atau opsi sebagai strategi menarik untuk mengumpulkan carry positif.

    Risiko Intervensi Mata Uang

    Di sisi lain, kelemahan Yen Jepang tampaknya akan terus berlanjut, terutama dengan para pejabat yang lebih memilih kebijakan moneter longgar untuk mendorong pertumbuhan. Kita melihat BoJ mengakhiri kebijakan suku bunga negatifnya pada awal 2024, tetapi itu tidak banyak membantu menghentikan penurunan jangka panjang Yen. Dengan data inflasi inti nasional terbaru Jepang untuk bulan Oktober yang berada di angka moderat 2.1%, tidak ada tekanan besar bagi BoJ untuk mempertimbangkan kenaikan suku bunga lagi sebelum tahun baru. Kita harus tetap waspada terhadap risiko intervensi mata uang oleh otoritas Jepang, seperti yang telah mereka lakukan di masa lalu untuk menghentikan penurunan tajam Yen. Kita ingat intervensi besar pada akhir 2022 dan peringatan lisan yang konstan sepanjang 2024 setiap kali pasangan USD/JPY mendekati level 150-152. Untuk mengelola risiko ini, trader derivatif harus mempertimbangkan penggunaan opsi put pelindung pada pasangan EUR/JPY untuk melindungi dari pembalikan mendadak. Untuk beberapa minggu mendatang, tren tampaknya menguntungkan EUR/JPY yang lebih tinggi, terutama menjelang pengumuman stimulus fiskal Jepang pada 21 November. Sebuah stimulus yang lebih besar dari yang diperkirakan dapat lebih melemahkan Yen dan mendorong pasangan mata uang lebih tinggi. Strategi seperti bull call spreads dapat memungkinkan trader untuk mendapatkan keuntungan dari pergerakan naik yang diharapkan ini sambil membatasi potensi risiko jika intervensi terjadi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code