Yen Jepang Melemah Terhadap Dolar Selandia Baru
Minggu ini, Yen Jepang melemah, terutama terhadap Dolar Selandia Baru. Tekanan ekonomi dari Tokyo memengaruhi ekspektasi suku bunga Bank of Japan. Angka-angka pada hari Senin mengungkapkan bahwa ekonomi Jepang menyusut lebih signifikan sebesar 0,6% daripada yang diperkirakan 0,4%. Peran Federal Reserve melibatkan memastikan stabilitas harga dan lapangan kerja penuh melalui penyesuaian suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah mendorong pinjaman tetapi dapat mengurangi daya tarik Dolar. Fed mengadakan delapan rapat setiap tahun untuk menilai dan memutuskan perubahan kebijakan. Pelonggaran Kuantitatif dan Pengetatan adalah alat yang digunakan oleh Fed untuk memengaruhi kondisi ekonomi dan nilai Dolar. Dengan Federal Reserve yang diperkirakan akan memotong suku bunga hari ini, kita mengawasi kemungkinan perbedaan kebijakan yang signifikan yang terus membentuk pasar. Pemotongan suku bunga sebesar 25 basis poin ini merupakan respons terhadap pendinginan ekonomi AS tahun ini. Ini membuat Dolar AS kurang menarik, namun tetap kuat terhadap Yen Jepang. Justifikasi untuk pemotongan suku bunga ini jelas terlihat dari data terbaru. Laporan pekerjaan November 2025 menunjukkan ekonomi AS hanya menambah 115.000 pekerjaan, melanjutkan tren perlambatan yang terlihat selama dua kuartal terakhir. Dengan tingkat pengangguran yang stabil di 4,1%, angka-angka ini memberi alasan kepada Fed untuk memulai siklus pelonggaran.Yen Jepang Tetap Secara Fundamental Lemah
Di sisi lain perdagangannya, Yen Jepang tetap secara fundamental lemah. Konfirmasi terbaru bahwa ekonomi Jepang menyusut sebesar 0,6% pada kuartal ketiga menghilangkan tekanan langsung pada Bank of Japan untuk menaikkan suku bunga. Situasi ini membuat kebijakan moneter Jepang tetap sangat longgar dibandingkan dengan negara lain di dunia. Lingkungan ini mengingatkan kita pada dinamika yang terlihat pada 2022 dan 2023, di mana perbedaan suku bunga yang lebar memicu perdagangan carry trade yang kuat. Meskipun pada hari ini diperkirakan akan ada pemotongan oleh Fed, suku bunga AS di 3,50% masih jauh lebih tinggi dibandingkan Jepang, yang tetap dekat dengan nol. Perbedaan ini harus terus menekan nilai Yen. Dalam beberapa minggu ke depan, kita melihat para pedagang menggunakan opsi untuk mengelola risiko penurunan Dolar yang lebih tajam dari yang diperkirakan. Membeli opsi jual pada pasangan USD/JPY dapat menjadi lindung nilai jika komentar Fed lebih agresif mengenai potongan di masa depan daripada yang diharapkan. Strategi ini memungkinkan para pedagang untuk melindungi posisi sambil tetap berisiko terhadap potensi keuntungan jika kelemahan Yen bertahan. Poin-poin penting akan menjadi panduan ke depan dari Fed dan grafik titik yang dirilis nanti hari ini. Jika para pembuat kebijakan menandakan jalur lambat dan stabil untuk pemotongan suku bunga hingga 2026, pasangan USD/JPY bisa tetap tinggi mendekati level 157,00. Setiap penurunan kemungkinan akan dilihat sebagai kesempatan beli sampai data ekonomi dari Jepang menunjukkan perputaran yang berarti.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.