Dampak Laporan Minyak Mingguan
American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) menerbitkan laporan inventaris minyak mingguan yang memengaruhi harga minyak WTI. Penurunan inventaris dapat menunjukkan peningkatan permintaan dan menaikkan harga, sedangkan inventaris yang lebih tinggi dapat mencerminkan peningkatan pasokan, yang akan menekan harga. OPEC, yang terdiri dari 12 negara penghasil minyak, memengaruhi harga minyak WTI dengan menyesuaikan kuota produksi selama pertemuan mereka. Menurunkan kuota dapat menaikkan harga minyak dengan mengencangkan pasokan, sementara meningkatkan produksi dapat memiliki efek sebaliknya. Kelompok OPEC+ yang diperluas mencakup negara-negara tambahan, terutama Rusia. Penurunan harga WTI di bawah $58 per barel saat ini masuk akal ketika melihat angka terbaru. Laporan dari Energy Information Administration (EIA) kemarin menunjukkan peningkatan inventaris minyak mentah sebesar 3,6 juta barel, bertentangan dengan harapan penurunan. Ini menunjukkan bahwa untuk saat ini, pasokan melebihi permintaan di Amerika Serikat. Kita juga harus mempertimbangkan keputusan OPEC+ dari pertemuan dua minggu yang lalu. Kesepakatan mereka tentang pemotongan sukarela sebesar 2,2 juta barel per hari telah disikapi dengan skeptisisme, karena pasar meragukan apakah semua anggota akan mematuhi sepenuhnya. Situasi serupa terjadi pada akhir 2023, di mana keraguan tentang pemotongan sukarela menghambat harga meskipun ada pengumuman resmi.Tantangan di Sisi Permintaan
Di sisi permintaan, situasinya terlihat melemah saat kita memasuki tahun 2026. Data PMI manufaktur terbaru dari China telah menyusut selama tiga bulan berturut-turut, menandakan perlambatan di negara pengimpor minyak terbesar di dunia. Ini sejalan dengan proyeksi ekonomi yang lebih lemah untuk Eropa, menciptakan gambaran pertumbuhan global yang lesu. Kekuatan Dolar AS merupakan tantangan besar lainnya. Dengan Indeks Dolar tetap kokoh di atas 105, minyak menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain, yang dapat mengurangi permintaan. Tekanan dari mata uang ini kemungkinan akan terus memengaruhi harga dalam beberapa minggu ke depan. Dengan lingkungan yang pesimis ini, kita harus mempertimbangkan untuk membeli opsi jual sebagai perlindungan terhadap penurunan lebih lanjut, terutama dengan WTI menembus di bawah level dukungan $60 yang penting. Bagi mereka yang mengharapkan volatilitas meningkat menjelang akhir tahun tanpa arah yang jelas, menyiapkan straddle bisa menjadi langkah yang bijaksana. Pasar saat ini menunjukkan bahwa volatilitas yang diprediksi tidak terlalu mahal, memberikan titik masuk yang baik. Ke depan, laporan inventaris mingguan dari API dan EIA pada hari Selasa dan Rabu mendatang akan menjadi penting untuk dilihat sebagai tanda meredanya kelebihan pasokan ini. Kita juga perlu memperhatikan pernyataan dari Federal Reserve, karena kebijakan suku bunga mereka secara langsung memengaruhi kekuatan dolar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.