Calon Ketua Fed yang Potensial
Di AS, Presiden Trump menyebut Kevin Warsh sebagai calon utama untuk posisi Ketua Fed, dengan kandidat lain yang masih dalam persaingan. Sementara itu, pasar beradaptasi dengan kemungkinan Bank of Japan (BoJ) akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat, yang bisa mendukung yen. Ekonomi Jepang menghadapi tantangan, terutama terkait keuangan publik karena rencana belanja Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang dapat memengaruhi kekuatan yen. Faktor-faktor yang mempengaruhi yen termasuk kebijakan BoJ, perbedaan imbal hasil obligasi AS-Jepang, dan statusnya sebagai mata uang aman saat pasar mengalami tekanan. Dolar AS melemah terhadap yen Jepang menjelang paruh kedua bulan Desember 2025. Pemotongan suku bunga Federal Reserve minggu lalu telah menciptakan nada yang lebih lunak untuk dolar. Tren ini diperkuat oleh ekspektasi kuat bahwa Bank of Japan akhirnya akan menaikkan suku bunga pada hari Jumat ini. Kita telah melihat imbal hasil Treasury 10 tahun AS turun menuju 3,60% setelah keputusan Fed, menyempitkan selisihnya dengan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun Jepang, yang telah naik mendekati 0,95%. Selisih imbal hasil yang menyusut ini membuat pemegang dolar menjadi kurang menarik dibandingkan dengan yen. Data terbaru menunjukkan PCE Inti AS, ukuran inflasi yang diutamakan Fed, melambat menjadi 2,8% pada bulan November, memperkuat argumen untuk kebijakan yang lebih mudah dari Fed.Mengukur Dampak BoJ
Sebaliknya, ekonomi Jepang menunjukkan tanda-tanda yang mendukung kebijakan moneter yang lebih ketat. Data dari bulan November menunjukkan CPI Inti Tokyo tetap mantap di 2,5%, tetap di atas target 2% Bank of Japan selama lebih dari setahun. Inflasi yang berkelanjutan ini memberikan dasar bagi BoJ untuk menjauh dari kebijakan yang sangat longgar yang telah menjadi strategi mereka selama sebagian besar dekade terakhir. Dengan antisipasi tinggi menjelang rapat BoJ Jumat ini, volatilitas yang diimplikasikan pada opsi USD/JPY telah meningkat secara signifikan. Membeli opsi put untuk bertaruh pada jatuhnya pasangan mata uang ini kini menjadi mahal. Trader bisa mempertimbangkan untuk menjual opsi call yang berada di luar uang atau menerapkan strategi bear call spread untuk meraih keuntungan dari harga yang menurun atau terikat sambil mengumpulkan premi. Namun, kita harus berhati-hati terhadap reaksi “beli rumor, jual fakta” terhadap keputusan BoJ. Jika bank sentral memberikan kenaikan yang lebih kecil dari yang diharapkan atau mengindikasikan kecepatan yang sangat lambat untuk kenaikan di masa depan, yen bisa dengan cepat kehilangan keuntungan terbarunya. Kekhawatiran mengenai rencana belanja besar Perdana Menteri Takaichi bisa juga membuat BoJ ragu untuk memperketat kebijakan secara agresif. Dengan melihat laporan Komitmen Trader terbaru, kita telah melihat spekulator besar mengurangi posisi short bersih mereka pada yen untuk minggu ketiga berturut-turut. Ini menunjukkan bahwa pasar sudah mengubah posisinya dalam antisipasi yen yang lebih kuat. Risiko utama sekarang adalah apakah tindakan BoJ pada hari Jumat akan sesuai dengan ekspektasi pasar yang meningkat.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.