Dampak Data Ekonomi
Angka PDB Inggris yang lemah lebih lanjut mempengaruhi pound seiring dengan munculnya laporan utama tentang data ketenagakerjaan dan Indeks Harga Konsumen (CPI), bersama dengan pengurangan suku bunga BoE yang diantisipasi. Meskipun pasar menyarankan potensi pertumbuhan EUR/GBP tahun depan, posisi bearish yang substansial pada sterling bisa menyebabkan lonjakan harga yang signifikan jika ada perkembangan positif yang terjadi. Selama sesi Asia pada hari Senin, pasangan GBP/USD terlihat defensif tetapi tidak terlalu bearish, tetap di atas dukungan rata-rata bergerak sederhana (SMA) 200-hari. Harga spot stabil, diperdagangkan sekitar level 1.3360, menunjukkan sedikit perubahan untuk hari ini. Dengan Bank of England akan mengumumkan keputusannya minggu ini, kita harus bersiap untuk volatilitas yang signifikan pada Sterling. Pasar sangat mengharapkan pemotongan suku bunga menjadi 3,75%, terutama setelah data terbaru dari Kantor Statistik Nasional menunjukkan bahwa ekonomi Inggris tumbuh sebesar 0,1% pada kuartal ketiga 2025. Pertumbuhan yang lemah ini menempatkan tekanan besar pada Bank untuk bertindak. Untuk trader yang mengantisipasi pound akan jatuh, membeli opsi put GBP atau menjual kontrak berjangka sterling adalah cara langsung untuk memposisikan diri terhadap pemotongan suku bunga yang diharapkan. Pandangan ini didukung oleh Survei Angkatan Kerja terbaru, yang menunjukkan tingkat pengangguran meningkat menjadi 4,5%, memberikan BoE alasan lain untuk melonggarkan kebijakan moneter. Posisi ini akan menguntungkan jika GBP/USD jatuh di bawah level dukungan saat ini setelah pengumuman.Risiko Short Squeeze Potensial
Namun, kita harus berhati-hati karena pandangan bearish pada sterling adalah perdagangan yang sangat ramai saat ini. Ini menciptakan risiko tinggi “short squeeze,” di mana kejutan positif dapat menyebabkan lonjakan harga cepat karena penjual pendek terpaksa membeli kembali posisi mereka. Misalnya, jika data Indeks Harga Konsumen yang akan datang lebih tinggi dari level 2,6% baru-baru ini, Bank mungkin mempertahankan suku bunga stabil, yang akan mengejutkan pasar. Menghadapi risiko dua arah ini, strategi yang menguntungkan dari pergerakan harga besar ke arah mana pun, seperti long straddle atau strangle menggunakan opsi, bisa menjadi langkah yang bijak. Kami melihat reaksi volatil serupa pada awal siklus pelonggaran tahun 2024, yang mengikuti periode kenaikan suku bunga agresif tahun 2022-2023. Strategi opsi ini memungkinkan trader untuk memanfaatkan rilis data yang akan datang tanpa harus memprediksi arah pergerakan dengan sempurna. Pada tingkat teknis, pasangan GBP/USD yang bertahan di atas rata-rata bergerak 200-hari sekitar 1.3360 sangat penting. Patah yang kuat di bawah level dukungan ini pada pengumuman pemotongan suku bunga kemungkinan akan memicu penjualan lebih lanjut. Sebaliknya, pemantulan dari level ini pada kejutan hawkish dari BoE bisa menjadi katalis untuk short squeeze yang disebutkan sebelumnya. Buat akun VT Markets Anda secara langsung dan mulai perdagangan sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.