Dinamika Risiko Pasar
Di pasar finansial, istilah “risk-on” dan “risk-off” menunjukkan tingkat risiko yang bersedia diambil oleh investor. “Risk-on” ditandai dengan optimisme dan peningkatan pembelian aset berisiko, sedangkan “risk-off” melibatkan pembelian aset yang lebih aman karena adanya ketidakpastian. Aset utama selama “risk-on” meliputi pasar saham yang meningkat dan sebagian besar komoditas, kecuali Emas. Mata uang dari negara pengeskpor komoditas seperti AUD, CAD, dan NZD menguat. Selama periode “risk-off”, obligasi, Emas, dan mata uang aman seperti USD, JPY, dan CHF menguat. USD lebih disukai karena statusnya sebagai mata uang cadangan, sementara JPY diuntungkan dari kepemilikan obligasi domestik, dan CHF menawarkan perlindungan modal melalui hukum perbankan yang ketat. Dengan emas mencapai rekor tertinggi hampir $4,380, kami melihat tanda-tanda pasar “risk-off” klasik menjelang tahun baru. Kombinasi tekanan geopolitik dan ekspektasi pemotongan suku bunga Federal Reserve menciptakan angin segar bagi aset aman. Kami percaya momentum ini akan berlanjut dalam beberapa minggu mendatang, karena volatilitas tersirat dalam opsi emas kemungkinan telah melonjak, mencerminkan lonjakan yang terlihat selama kekacauan pasar awal 2024.Strategi untuk Perdagangan dan Investasi
Lingkungan ini menyarankan agar kita lebih mendukung mata uang aman. Posisi panjang dalam Dolar AS, Yen Jepang, dan Franc Swiss dianjurkan, sementara kita akan mempertimbangkan posisi pendek pada mata uang yang terkait dengan komoditas seperti dolar Australia dan Kanada. Strategi ini terbukti efektif selama periode ketidakpastian yang serupa pada akhir 2023, di mana modal secara konsisten mengalir ke tempat-tempat aman tradisional ini. Untuk pasar saham, ini adalah waktu untuk berhati-hati dan melindungi diri. Meningkatnya ketakutan di pasar menunjukkan bahwa Indeks Volatilitas CBOE (VIX) yang selama berbulan-bulan tertekan, kini bersiap untuk bergerak signifikan ke arah rentang 25-30. Kami melihat nilai dalam membeli opsi put pada indeks utama seperti S&P 500 untuk melindungi portofolio dari kemungkinan kemunduran. Minyak menghadirkan situasi unik di mana risiko geopolitik sebenarnya bersifat bullish. Ketegangan yang melibatkan produsen besar seperti Iran dan Venezuela menciptakan kekhawatiran tentang gangguan pasokan, memberi dukungan pada harga minyak mentah. Kami melihat premi serupa ditambahkan ke kontrak berjangka minyak selama serangan pengiriman di Laut Merah pada tahun 2024, dan dengan persediaan global saat ini yang dilaporkan oleh EIA tetap ketat, posisi panjang dalam kontrak berjangka WTI bisa menguntungkan. Antisipasi pasar terhadap pemotongan suku bunga Fed adalah faktor penting yang mendukung keseluruhan thesis ini. Kami dapat melihat melalui turunan yang terkait dengan suku bunga dana federal bahwa para trader sekarang memperkirakan lebih dari 70% kemungkinan pemotongan 25 basis poin pertama pada kuartal kedua tahun 2026. Keyakinan ini akan terus memberi tekanan pada dolar dalam jangka menengah tetapi untuk saat ini, statusnya sebagai mata uang aman adalah pengaruh yang dominan. Buat akun VT Markets Anda sekarang dan mulai berdagang sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.