Pergerakan Pasar Mata Uang dan Saham
Dolar AS menunjukkan performa bervariasi dalam minggu lalu, menguat terhadap Yen Jepang. Laporan mengenai tindakan Israel membuat pasar hati-hati, berkontribusi pada peningkatan harga Emas, yang naik lebih dari 1.5% menjadi $4,405. Kontrak berjangka saham AS mengalami sedikit kenaikan setelah penutupan positif di Wall Street. Indeks Dolar AS tetap stabil di atas 98.50. Performa Euro menurun setelah kenaikan selama beberapa minggu, dengan EUR/USD bertahan di atas 1.1700. Ketegangan di Timur Tengah menyebabkan kenaikan harga minyak, dengan West Texas Intermediate naik lebih dari 1% menjadi $57.15. Bank Rakyat Tiongkok mempertahankan suku bunga pinjaman tetap. AUD/USD mengalami peningkatan, mendekati 0.6630, sementara GBP/USD naik sedikit mendekati 1.3400. USD/JPY mengalami koreksi setelah kenaikan yang signifikan, diperdagangkan lebih rendah di bawah 157.50. Permintaan Emas didorong oleh statusnya sebagai aset aman, dengan bank sentral menjadi pemegang utama, yang meningkatkan cadangan mereka secara signifikan di tahun 2022. Harga Emas dipengaruhi oleh ketidakstabilan geopolitik, suku bunga, dan performa Dolar AS. Dengan rekor tertinggi emas yang didorong oleh risiko geopolitik, kita harus mempertimbangkan posisi panjang dalam logam berharga ini. Akumulasi yang sedang berlangsung oleh bank sentral, yang tercatat mencapai 1,082 ton di tahun 2023, memberikan permintaan mendasar yang kuat yang dapat mendorong harga lebih tinggi jika konflik pecah. Menggunakan opsi beli pada kontrak berjangka emas atau ETF berbasis emas dapat memberikan potensi kenaikan sambil mendefinisikan risiko kita dalam lingkungan yang volatil ini.Peluang dan Risiko di Pasar Minyak dan Saham
Harga minyak saat ini tampaknya underpriced terhadap risiko konflik yang lebih luas yang melibatkan Iran, produsen minyak utama. Kita hanya perlu melihat kembali serangan drone pada fasilitas Saudi tahun 2019, yang menyebabkan lonjakan intraday sebesar 19% pada minyak mentah Brent, untuk melihat seberapa cepat pasar energi dapat bereaksi. Membeli opsi beli out-of-the-money pada WTI atau kontrak berjangka Brent bisa menjadi cara yang hemat biaya untuk memposisikan diri menghadapi potensi guncangan pasokan dalam beberapa minggu mendatang. Dengan kontrak berjangka indeks saham AS tetap stabil, ada peluang jelas untuk melindungi diri terhadap penurunan pasar. Volatilitas yang diperkirakan tampak rendah, menjadikan opsi put pelindung pada S&P 500 atau Nasdaq 100 relatif murah. Kita ingat bagaimana VIX, yang merupakan ukuran ketakutan pasar, meloncat dari 17 menjadi lebih dari 37 selama guncangan awal konflik di Ukraina pada awal 2022, dan peristiwa serupa sekarang bisa menyebabkan penjualan tajam saham.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.