Indeks Dolar AS dan Ekspektasi Pasar
Indeks Dolar AS turun sekitar 98,26 saat pelaku pasar mengantisipasi tindakan dovish dari Federal Reserve. Ekonom memperkirakan dua pemotongan suku bunga pada tahun 2026, meskipun pendapat berbeda-beda, dengan pejabat Fed membahas kemungkinan pelonggaran lebih lanjut. Gubernur Fed Miran memberi sinyal akan risiko resesi jika kebijakan tidak disesuaikan, sementara Presiden Fed Cleveland Beth Hammack tidak melihat perubahan suku bunga segera karena risiko inflasi. Pada hari Selasa, fokus pasar akan beralih ke laporan ekonomi AS yang penting, termasuk perubahan lapangan kerja, PDB, dan data kepercayaan konsumen. Sementara itu, Yen Jepang telah menguat terhadap beberapa mata uang utama, dengan kenaikan paling signifikan sebesar 0,45% terhadap Euro. Perbedaan suku bunga yang signifikan antara AS dan Jepang, yang kami hitung lebih dari 285 poin dasar, terus mendukung dolar terhadap yen. Namun, kami sekarang melihat peringatan verbal yang sangat kuat dari pejabat Jepang, menciptakan batasan untuk pasangan USD/JPY. Dinamika tarik-menarik ini menunjukkan bahwa posisi long sederhana semakin berisiko seiring mendekatnya tahun baru. Kita harus ingat intervensi pasar yang kuat yang dilakukan Jepang pada musim gugur 2022 untuk mempertahankan mata uangnya, yang memberi bobot signifikan pada ancaman mereka saat ini. Risiko langkah mendadak yang serupa untuk memperkuat yen adalah tinggi, terutama jika pasangan ini bergerak di atas level 158,00. Ini membuat strategi yang menguntungkan dari upside yang tertahan atau penurunan mendadak menjadi lebih menarik.Strategi untuk Dipertimbangkan
Ketidakpastian tidak hanya datang dari Jepang, karena sinyal campuran dari Federal Reserve juga berkontribusi pada gelisah pasar. Kami telah melihat volatilitas implisit satu bulan untuk opsi USD/JPY naik dari sekitar 8,0% menjadi lebih dari 9,5% dalam dua minggu terakhir, menunjukkan bahwa para trader sedang memperhitungkan potensi pergerakan tajam yang lebih besar. Ini membuat strategi berbasis opsi menjadi sangat relevan untuk mengelola risiko yang akan datang. Mengingat resistensi kuat dari otoritas Jepang, trader dapat mempertimbangkan untuk menjual opsi call out-of-the-money dengan harga strike di atas 158,50. Strategi ini memungkinkan pengumpulan premi, berdasarkan pandangan bahwa pemerintah akan turun tangan untuk mencegah pasangan ini naik lebih jauh. Ini adalah cara untuk bertaruh bahwa pasangan ini akan tetap dalam batasan atau bergerak lebih rendah dalam beberapa minggu ke depan. Sebagai alternatif, bagi mereka yang khawatir tentang penurunan tajam, membeli opsi put dapat berfungsi sebagai lindung nilai atau taruhan langsung pada intervensi. Kami tahu dari data CFTC terbaru bahwa posisi short spekulatif terhadap yen masih mendekati level tertinggi dalam beberapa tahun. Kejadian intervensi dapat memicu pembongkaran cepat posisi-posisi ini, menyebabkan lonjakan tajam ke bawah dalam USD/JPY.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.