Indeks Dolar AS
Indeks Dolar AS, yang berada di angka 97,90, berada di bawah tekanan karena pasar menunggu perkiraan sementara dari PDB Q3 AS. Kondisi pasar tenaga kerja berdampak signifikan pada penilaian mata uang, memengaruhi pengeluaran konsumen dan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan upah adalah faktor ekonomi penting, karena mempengaruhi pengeluaran konsumen dan inflasi, serta membentuk kebijakan moneter. Bank sentral memantau pertumbuhan upah dengan cermat; ini adalah bagian dari komitmen yang lebih luas untuk mengelola inflasi dan menjaga stabilitas ekonomi. Bank sentral mempertimbangkan kondisi pasar tenaga kerja dengan cara yang berbeda; Federal Reserve AS memiliki mandat ganda untuk pekerjaan dan stabilitas harga, sedangkan Bank Sentral Eropa fokus pada pengendalian inflasi. Meskipun mandat berbeda, kondisi pasar tenaga kerja memandu pembuat kebijakan dalam menilai kesehatan ekonomi. Angka pekerjaan terbaru menunjukkan bahwa perekrutan melambat menjelang akhir tahun. Meskipun sektor swasta AS masih menambah pekerjaan, rata-rata empat minggu sebesar 11.500 adalah penurunan yang mencolok dari periode sebelumnya. Pasar tenaga kerja yang melambat ini adalah sinyal signifikan bahwa ekonomi kehilangan momentum menjelang 2026.Perlambatan Ekonomi Dalam Pasar Mata Uang
Perlambatan ekonomi ini tercermin dalam pasar mata uang, dengan Dolar AS melemah terhadap hampir semua mata uang utama. Indeks Dolar AS diperkirakan berada di sekitar 97,90, level yang menantang rendah yang kita lihat pada pertengahan 2024. Ini menunjukkan bahwa para trader menjual dolar dengan harapan data ekonomi yang lebih lemah dan pendekatan yang lebih hati-hati dari Federal Reserve. Justifikasi untuk pandangan ini diperkuat oleh data inflasi terbaru, karena indeks harga PCE inti pada November 2025 tercatat di 2,2%, sedikit di atas target Fed. Dengan inflasi sebagian besar terkendali setelah pertempuran sepanjang 2022 dan 2023, fokus bank sentral beralih dari kebijakan ketat. Hal ini memberikan lebih banyak ruang bagi Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran jika aktivitas ekonomi terus melambat. Akibatnya, kita melihat pasar secara agresif memperhitungkan pemotongan suku bunga di masa depan. Melihat harga derivatif, alat CME FedWatch sekarang menunjukkan probabilitas lebih dari 60% untuk pemotongan suku bunga pada pertemuan FOMC Maret 2026. Harapan ini adalah pendorong utama di balik kelemahan dolar saat ini terhadap mata uang seperti Euro dan Yen Jepang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.