Potensi Intervensi Jepang
Katayama menyatakan bahwa Jepang dapat bertindak bebas terhadap fluktuasi ekstrem Yen. Periode sekitar Natal dan Tahun Baru dianggap cocok untuk intervensi karena likuiditas pasar yang lebih rendah. Setelah Bank of Japan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 0.75%, Yen menghadapi tekanan jual. Namun, kurangnya kejelasan dari BoJ mengenai kenaikan suku bunga di masa depan berkontribusi terhadap tekanan ini. Nilai Yen dipengaruhi oleh kinerja ekonomi Jepang dan kebijakan BoJ. Yen berfungsi sebagai aset pelindung, menguat saat ketidakstabilan pasar, meskipun ada kekhawatiran politik saat BoJ melakukan intervensi. Peralihan BoJ dari kebijakan moneter yang sangat longgar secara bertahap mendukung Yen.Persiapan untuk Intervensi Yen
Dengan ancaman intervensi dari Menteri Keuangan Jepang, kita harus bersiap-siap untuk penguatan Yen yang tiba-tiba dan tajam. Likuiditas rendah antara Natal dan Tahun Baru menjadikan periode ini ideal bagi otoritas untuk melakukan langkah berdampak tinggi dengan sedikit perlawanan. Ini berarti posisi yang menguntungkan dari penurunan pasangan seperti EUR/JPY harus dipertimbangkan. Pasar sudah mempersiapkan pergerakan signifikan, dengan volatilitas implisit satu minggu pada EUR/JPY baru-baru ini melonjak di atas 12%, level tertinggi dalam beberapa bulan. Membeli opsi, seperti put pada EUR/JPY, bisa menjadi cara cerdas untuk bersikap terhadap penurunan tajam sambil membatasi risiko. Strategi ini memungkinkan kita untuk mendapatkan keuntungan dari lonjakan volatilitas yang diharapkan dan arah penurunan jika intervensi terjadi. Kita melihat situasi serupa pada musim semi 2024 ketika Kementerian Keuangan melakukan intervensi saat USD/JPY melewati 160, dengan pengeluaran dilaporkan mencapai ¥9.79 triliun untuk mendukung Yen. Dengan EUR/JPY saat ini diperdagangkan pada level yang jauh lebih tinggi daripada sebelumnya, peringatan lisan dari pejabat memiliki bobot yang signifikan. Tindakan historis ini menunjukkan bahwa otoritas tidak menggertak ketika mata uang bergerak terlalu jauh, terlalu cepat. Di sisi lain, Euro tidak menawarkan banyak kekuatan. Bank Sentral Eropa telah memberi sinyal bahwa mereka tetap di tempat, dengan ekspektasi inflasi tetap stabil di dekat target 2%. Kurangnya tekanan naik dari Euro membuat pasangan EUR/JPY sangat rentan terhadap penurunan yang dipicu oleh Yen. Perbedaan suku bunga antara ECB dan Bank of Japan, yang telah menjadi bahan bakar kenaikan panjang dalam pasangan ini, sekarang menjadi risiko besar. Intervensi bisa menghapus keuntungan perdagangan carry selama berbulan-bulan dalam hitungan jam. Oleh karena itu, kita harus melihat ancaman saat ini sebagai sinyal kuat untuk mengurangi atau melindungi eksposur long EUR/JPY. Buat akun VT Markets live Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.