Outlook Dolar Australia
Dolar Australia mungkin akan kembali menguat seiring dengan adanya keyakinan yang berkurang dari Reserve Bank of Australia terhadap kebijakan yang ketat saat ini. Inflasi Australia meningkat menjadi 3.8% pada Oktober 2025, di atas target 2-3%, menunjukkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Februari 2026. Bank of Japan (BoJ) adalah bank sentral Jepang, yang bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dengan target inflasi sekitar 2%. Bank ini mengadopsi kebijakan moneter yang sangat longgar pada 2013 untuk merangsang ekonomi, dengan memperkenalkan suku bunga negatif dan mengontrol imbal hasil obligasi pada 2016. Perbedaan kebijakan dengan bank-bank lain mendorong penurunan Yen, yang sedikit berbalik arah pada 2024 saat BoJ mengubah posisinya. Tekanan inflasi dari harga energi global dan kenaikan gaji mempengaruhi perubahan kebijakan BoJ.Perang Tarik Tanah di Pasar AUD JPY
Kami melihat adanya perang tarik tanah yang jelas dalam AUD/JPY, yang saat ini ragu di sekitar 104.50 setelah mencapai titik tertinggi sejak pertengahan 2024. Pendorong utama bagi penguatan dolar Australia tetap kuat, tetapi risiko intervensi oleh pejabat Jepang untuk mendukung yen menghambat potensi kenaikan untuk saat ini. Ketegangan ini menciptakan lingkungan yang sempurna untuk perdagangan derivatif dalam beberapa minggu ke depan. Kasus untuk penguatan dolar Australia semakin kuat menjelang tahun baru, membuat posisi beli menjadi menarik. Data terbaru yang dirilis minggu lalu menunjukkan CPI Australia pada November tetap stabil di 3.9%, memperkuat bahwa inflasi belum terkendali. Akibatnya, swap indeks semalam sekarang menunjukkan probabilitas 85% untuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin oleh Reserve Bank of Australia pada rapat Februari 2026. Namun, ancaman intervensi dari pihak berwenang Jepang sangat signifikan dan tidak boleh diremehkan. Kami ingat intervensi besar pada akhir 2022, di mana pihak berwenang menghabiskan lebih dari ¥9 triliun untuk mendukung yen saat melemah melewati level psikologis yang penting. Peringatan verbal saat ini dari pejabat menunjukkan bahwa toleransi mereka terhadap kelemahan yen semakin menipis, menciptakan risiko besar akan penurunan tajam dan mendadak di AUD/JPY. Dengan adanya kekuatan yang saling bertentangan ini, trader sebaiknya mempertimbangkan untuk membeli volatilitas, karena perdagangan yang tenang saat liburan dapat menyebabkan ayunan harga yang berlebihan. Volatilitas implisit pada opsi AUD/JPY satu bulan telah meningkat menjadi 12.5%, naik dari 10% bulan lalu, menunjukkan bahwa pasar memperkirakan pergerakan yang lebih besar. Strategi long straddle atau strangle bisa menjadi cara yang efektif untuk meraih keuntungan dari pergerakan breakout ke arah manapun menjelang Januari. Buat akun VT Markets Anda yang live dan mulai perdagangan sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.