Pengembalian Pasar Saat Ini
Yen sedang memulihkan kerugiannya dibandingkan dengan pesaing utamanya, mengakibatkan pembalikan hampir 100 pip pada GBP/JPY, yang sekarang diperdagangkan dekat 210.50 setelah mencapai puncak sesi di 211.43. Penurunan nilai Yen Jepang minggu lalu dipengaruhi oleh spekulasi mengenai kenaikan suku bunga BoJ di tengah kekhawatiran tentang kebijakan fiskal Perdana Menteri Takaichi. Menteri Keuangan Satsuki Takayama mengeluarkan peringatan keras tentang Yen, menyarankan Tokyo bisa bertindak melawan spekulasi. Volume perdagangan rendah minggu ini bisa memberikan peluang bagi otoritas Jepang untuk melakukan intervensi. Analisis teknis menunjukkan GBP/JPY berada di sekitar 210.49, dengan penolakan terbaru di level 211.50 – 211.60. Dukungan ditemukan di sekitar 210.05 dan 208.90. MACD menunjukkan momentum bearish yang semakin meningkat, sementara RSI berada di 48.03, mencerminkan posisi netral setelah sebelumnya berada di level jenuh beli. Target resistance adalah 211.59, 212.75, dan 214.38. Saat ini, Yen paling kuat terhadap Dolar Selandia Baru. Perubahan persentase dalam mata uang utama ditunjukkan dalam peta panas, mencerminkan kinerja relatif JPY.Risiko dan Strategi Pasar
Dengan GBP/JPY yang mundur dari puncak beberapa tahun dekat 211.60, kami melihat risiko langsung beralih menuju penurunan tajam yang potensial. Peringatan lisan tentang intervensi dari pejabat Jepang, dikombinasikan dengan perdagangan yang tipis akibat liburan, menciptakan lingkungan berisiko untuk mempertahankan posisi panjang yang terleveraj. Penarikan kembali menuju 210.50 harus dilihat sebagai tanda peringatan daripada sekedar penurunan untuk dibeli. Gambaran fundamental dasar masih mendukung pound yang lebih kuat, itulah sebabnya pasangan ini telah melonjak tinggi. Kami baru saja melihat data baru yang menunjukkan pertumbuhan upah Inggris untuk tiga bulan hingga November 2025 tetap stabil di 4.2%, menjaga sikap agresif Bank of England. Sebaliknya, CPI inti nasional Jepang untuk November tercatat rendah pada 1.7%, memberi BoJ tidak ada alasan mendesak untuk meninggalkan kebijakan suku bunga ultra-rendah. Kita harus ingat preseden yang ditetapkan di musim gugur 2022, ketika Kementerian Keuangan turun tangan dengan kuat setelah peringatan serupa, memicu lonjakan besar yen. Saat itu, otoritas menghabiskan lebih dari ¥9 triliun, menyebabkan pasangan seperti USD/JPY turun tajam ratusan pip dalam hitungan jam. Bahasa saat ini dari Tokyo mencolok menyerupai periode itu, menunjukkan bahwa level 211-212 diperlakukan sebagai batas yang tegas.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.