Penggerak Nilai Yen Jepang
Nilai Yen Jepang ditentukan oleh kinerja ekonomi Jepang dan kebijakan BoJ, serta faktor lainnya. Perubahan dalam perbedaan kebijakan antara BoJ dan bank sentral besar lainnya dapat berdampak signifikan pada nilai Yen. Sebagai mata uang yang dianggap sebagai tempat perlindungan yang aman, daya tarik Yen cenderung meningkat selama periode turbulensi pasar. Status tempat perlindungan ini sering meningkatkan permintaannya, memperkuat nilainya ketika pasar global mengalami tekanan. Ketika kita menutup tahun 2025, USD/JPY terjebak di sekitar level 156.00, dan kita harus mengharapkan volatilitas meningkat. Periode liburan berarti lebih sedikit trader yang aktif, jadi perintah besar dapat menyebabkan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa minggu ke depan. Likuiditas yang tipis membuat pasar rentan terhadap pergerakan tajam. Risiko Bank of Japan turun tangan untuk memperkuat yen menciptakan ketegangan bagi siapa pun yang memegang posisi panjang dolar. Kita melihat mereka campur tangan beberapa kali pada akhir 2022 ketika pasangan ini melewati 150, dan pejabat kembali memperingatkan tentang “pergerakan yang berlebihan.” Data terbaru dari pasar opsi menunjukkan peningkatan harga opsi panggilan JPY, menyiratkan bahwa trader membayar lebih untuk melindungi diri dari penurunan mendadak dalam USD/JPY.Dampak Pemotongan Suku Bunga Federal Reserve
Pemotongan suku bunga ketiga berturut-turut oleh Federal Reserve baru-baru ini secara fundamental membebani dolar. Kebijakan ini terus memperkecil jarak antara imbal hasil obligasi pemerintah AS dan Jepang, yang secara historis mendukung yen yang lebih kuat. Hingga minggu ini, imbal hasil Treasury AS 10 tahun telah turun mendekati 3,5%, mempersempit selisih terhadap imbal hasil obligasi 10 tahun Jepang yang sebesar 0,9% ke titik terdekat sejak awal 2024. Kita melihat bahwa ekspektasi pasar bergerak lebih cepat daripada proyeksi Fed sendiri untuk pemotongan lebih lanjut. Alat CME FedWatch sekarang memperkirakan probabilitas lebih dari 60% untuk pemotongan suku bunga lain pada pertemuan Maret 2026. Ini menunjukkan bahwa jalur yang paling tidak memiliki rintangan untuk dolar mungkin turun jika data ekonomi mendatang menunjukkan kelemahan. Kombinasi risiko intervensi dan perbedaan kebijakan bank sentral ini berarti kita harus bersiap untuk volatilitas harga yang lebih tinggi. Volatilitas implisit untuk opsi USD/JPY satu bulan baru-baru ini naik di atas 11%, peningkatan yang signifikan dari beberapa bulan lalu. Lingkungan ini menunjukkan bahwa trader harus mempertimbangkan strategi yang dapat menguntungkan dari pergerakan harga yang besar, terlepas dari arahnya.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.