Selama perdagangan awal Asia, XAU/USD mendekati $4.345 di tengah spekulasi pemangkasan suku bunga dan ketegangan geopolitik

    by VT Markets
    /
    Jan 2, 2026
    Harga emas naik menjadi sekitar $4.345 saat sesi awal Asia berlangsung, didorong oleh kemungkinan pemotongan suku bunga Federal Reserve dan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung. Rally tahunan yang substansial pada tahun 2025 melihat emas naik 65%, menandai kenaikan tahunan paling signifikan sejak 1979. Federal Reserve mengurangi suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember, menargetkan rentang 3,50%–3,75%. Suku bunga yang lebih rendah dapat menjadikan emas lebih menarik dengan mengurangi biaya penyimpanan, dan notulen Federal Reserve menunjukkan pemotongan lebih lanjut mungkin dilakukan jika inflasi mereda.

    Dampak Geopolitik terhadap Emas

    Risiko geopolitik yang terus-menerus, termasuk konflik Israel-Iran dan ketegangan AS-Venezuela, dapat lebih meningkatkan harga emas. Namun, peningkatan persyaratan margin CME untuk logam seperti emas dapat membatasi pergerakan harga naik, karena pedagang mungkin menilai kembali portofolio mereka. Emas berfungsi sebagai perlindungan terhadap inflasi dan depresiasi mata uang, menarik selama ketidakpastian ekonomi. Bank sentral, terutama di pasar berkembang, telah secara signifikan meningkatkan cadangan emas. Emas umumnya bergerak berlawanan dengan Dolar AS dan pasar saham; saat Dolar turun, emas sering kali naik. Ketidakstabilan geopolitik dan suku bunga juga dapat memengaruhi harga emas, dengan nilainya biasanya meningkat pada saat suku bunga rendah dan ketidakstabilan global. Dengan emas selesai pada tahun 2025 naik sekitar 65% dan kini diperdagangkan mendekati $4.345, momentum yang kuat diperkirakan akan terus berlanjut ke tahun baru. Penggerak utama adalah pemotongan suku bunga Federal Reserve pada bulan Desember 2025, yang mengindikasikan kebijakan yang lebih akomodatif untuk tahun 2026. Lingkungan ini menjadikan memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil lebih menarik. Perubahan kebijakan dovish Fed didukung oleh data ekonomi terbaru yang kami lihat di akhir tahun lalu. Misalnya, pembacaan terakhir Indeks Harga Konsumen (CPI) untuk tahun 2025 menunjukkan inflasi telah mereda menjadi 2,8%, sementara tingkat pengangguran sedikit meningkat menjadi 4,1% pada kuartal keempat. Angka-angka ini memberikan ruang bagi Fed untuk terus memangkas suku bunga, dengan pasar kini memperkirakan setidaknya dua pemotongan lagi sebelum Juli 2026.

    Strategi dan Risiko Pasar

    Risiko geopolitik juga memberikan angin segar bagi harga emas. Konflik yang sedang berlangsung memicu permintaan untuk tempat aman, mengingatkan kita akan lonjakan harga serupa selama ketidakpastian tahun 2022. Selama ketegangan ini tetap tidak terselesaikan, para pedagang kemungkinan akan terus membeli emas sebagai bentuk asuransi untuk portofolio mereka. Namun, pedagang harus berhati-hati terhadap penarikan jangka pendek. Chicago Mercantile Exchange baru-baru ini meningkatkan persyaratan margin, membuatnya lebih mahal untuk memegang posisi panjang dalam kontrak berjangka emas. Ini bisa memicu pengambilan keuntungan dalam beberapa minggu mendatang setelah rally besar yang terjadi pada tahun 2025.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code