November menyaksikan penurunan ekspor Indonesia menjadi -6,6%, penurunan dari sebelumnya -2,31%

    by VT Markets
    /
    Jan 5, 2026
    Indonesia mengalami penurunan ekspor sebesar 6,6% pada bulan November dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya. Ini merupakan penurunan yang signifikan dari penurunan 2,31% yang tercatat pada bulan Oktober. Penurunan ini menunjukkan tantangan berkelanjutan dalam permintaan global dan kondisi ekonomi yang mempengaruhi perdagangan negara ini. Berbagai faktor domestik dan internasional memengaruhi neraca perdagangan Indonesia saat negara ini mencoba mengatasi hambatan ekonomi ini.

    Tantangan yang Meningkat dalam Perdagangan

    Kami telah memantau penurunan tajam dalam ekspor Indonesia, dengan angka November 2025 sebesar -6,6% yang mengkonfirmasi percepatan memprihatinkan dari angka bulan Oktober. Penurunan ini menunjukkan bahwa melambatnya permintaan global berdampak lebih besar pada ekonomi dibandingkan perkiraan awal. Tren ini memberikan tekanan signifikan pada neraca perdagangan negara dan prospek pertumbuhan secara keseluruhan menjelang tahun baru. Data ini memperkuat pandangan negatif terhadap Rupiah Indonesia (IDR). Melemahnya IDR baru-baru ini di bawah level 15.950 per USD, yang merupakan batas psikologis kunci yang terakhir diuji pada kuartal ketiga 2025, menunjukkan momentum untuk depresiasi lebih lanjut. Kami melihat adanya peluang untuk mempertimbangkan produk keuangan turunan yang menguntungkan dari situasi ini, seperti membeli opsi put pada IDR atau membangun posisi panjang dalam futures USD/IDR. Perlambatan ini juga konsisten dengan data eksternal terbaru, termasuk PMI manufaktur Tiongkok bulan Desember 2025 yang turun menjadi 49,7, menunjukkan penurunan aktivitas di pasar ekspor kunci. Ditambah dengan harga komoditas yang lebih lembut seperti minyak sawit, yang secara historis menyumbang lebih dari 15% dari ekspor Indonesia, gambaran fundamental untuk pendapatan yang didorong oleh ekspor tetap lemah. Situasi ini menunjukkan bahwa kinerja buruk saham yang terkait komoditas kemungkinan akan berlanjut.

    Implikasi Pasar dan Strategi

    Untuk pasar saham, kami harus memperkirakan laporan pendapatan kuartal keempat 2025 yang mengecewakan dari perusahaan-perusahaan yang berorientasi ekspor, yang akan segera dirilis. Indeks IDX Composite oleh karena itu rentan terhadap koreksi. Kami percaya trader harus mempertimbangkan untuk melakukan jual pendek pada futures IDX atau membeli opsi put protektif pada ETF pasar yang luas untuk melindungi diri dari kelemahan yang diharapkan ini. Pendinginan ekonomi ini, bersama dengan data inflasi bulan Desember 2025 yang mereda menjadi 2,8%, memberikan Bank Indonesia alasan yang jelas untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneter. Pasar kemungkinan akan mulai memperhitungkan pemotongan suku bunga dalam kuartal pertama 2026 untuk merangsang ekonomi. Ini menjadikan posisi panjang pada futures obligasi pemerintah Indonesia semakin menarik sebagai strategi untuk memanfaatkan penurunan hasil.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code