Peristiwa Geopolitik dan Suku Bunga
Peristiwa geopolitik di Venezuela memicu lonjakan permintaan untuk Yen Jepang sebagai tempat aman (safe-haven). Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of Japan (BoJ) telah mempertahankan suku bunga tidak berubah, dengan perkiraan menunjukkan bahwa suku bunga ini akan tetap demikian hingga setelah 2026. ECB dicatat untuk menjaga pendekatan stabil terhadap suku bunga, dengan Presiden Christine Lagarde menekankan fleksibilitas. Meskipun para ekonom memperkirakan tidak akan ada perubahan suku bunga hingga 2026, badan pengambil keputusan ECB terus mengevaluasi kondisi ekonomi. Pelonggaran kuantitatif dan pengetatan adalah alat kebijakan moneter penting dari ECB yang memengaruhi kekuatan Euro. Sementara pelonggaran kuantitatif umumnya melemahkan Euro, pengetatan memiliki efek sebaliknya. Penggunaan pelonggaran kuantitatif oleh ECB di berbagai krisis keuangan telah menjadi strategi kunci untuk menjaga stabilitas ekonomi. Ketegangan geopolitik juga berdampak pada pasar lainnya. Harga emas tetap tinggi di tengah permintaan tempat aman, dan mata uang kripto seperti Bitcoin terus naik. Selain itu, koin meme, seperti Dogecoin, juga meningkat setelah perkembangan geopolitik di Venezuela. Mengingat krisis yang sedang berkembang di Venezuela, reaksi pasar langsung adalah mencari tempat aman. Hal ini menguatkan Yen Jepang dan mendorong pasangan EUR/JPY lebih rendah. Dalam beberapa hari ke depan, kita perlu mempertimbangkan bahwa sentimen untuk menghindari risiko ini mungkin akan terus berlanjut, menguntungkan posisi pendek atau pembelian opsi put pada pasangan ini.Volatilitas Pasar dan Strategi
Guncangan geopolitik ini menyebabkan lonjakan signifikan dalam volatilitas pasar. Kami melihat pola serupa selama tahap awal konflik Ukraina pada tahun 2022, ketika indeks VIX melonjak lebih dari 75% dalam beberapa minggu. Para pedagang harus memperhatikan strategi yang mendapatkan untung dari fluktuasi harga, seperti membeli straddles atau strangles pada pasangan mata uang utama dan indeks. Namun, kita harus ingat kebijakan mendasar Bank of Japan. BoJ telah sangat berhati-hati dalam menaikkan suku bunga, sikap yang ditekankan sepanjang 2025 dan tidak diharapkan berubah hingga setidaknya paruh kedua tahun ini. Kelemahan fundamental ini dapat membatasi seberapa jauh Yen dapat menguat hanya berdasarkan aliran aman. Di sisi lain pasangan ini, Bank Sentral Eropa tetap pada posisi netral. Setelah melihat inflasi zona Euro melambat menjadi rata-rata 2.3% pada kuartal terakhir 2025, ECB menunjukkan bahwa kemungkinan tidak akan ada perubahan suku bunga pada tahun 2026. Kebijakan netral ini membuat Euro mengikuti arah pasar yang lebih luas daripada dasar-dasar ekonomi sendiri. Situasi harga minyak memberikan peluang unik, karena WTI turun meskipun ada konflik di negara penghasil minyak besar. Ini disebabkan janji untuk membangun kembali infrastruktur, yang diperkirakan pasar sebagai peningkatan pasokan di masa mendatang, bukan gangguan saat ini. Ini menunjukkan bahwa membeli opsi put pada kontrak berjangka minyak mungkin menjadi strategi contrarian yang tepat melawan insting awal. Buat akun VT Markets langsung Anda dan mulai berdagang sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.