Di India, harga emas meningkat hari ini berdasarkan data yang dikompilasi dari berbagai sumber.

    by VT Markets
    /
    Jan 5, 2026
    Harga emas di India meningkat pada hari Senin, naik menjadi 12,810.76 Rupee India per gram dari 12,596.41 INR pada hari Jumat. Demikian pula, harga per tola meningkat menjadi 149,422.20 INR dari 146,922.00 INR, menurut laporan FXStreet. Perhitungan FXStreet mempertimbangkan harga internasional yang disesuaikan dengan mata uang dan satuan lokal. Harga emas diperbarui setiap hari sesuai dengan tarif pasar saat publikasi. Tarif ini hanya untuk referensi, dengan harga lokal yang mungkin beragam.

    Emas Sebagai Tempat Aman

    Emas tetap menjadi aset berharga, secara historis dianggap sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Ini berfungsi sebagai investasi yang aman dan perlindungan terhadap inflasi, menjadikannya menarik selama ketidakpastian ekonomi. Bank sentral adalah pembeli utama emas, meningkatkan cadangan mereka untuk mendukung ekonomi. Pada tahun 2022, 1,136 ton emas ditambahkan ke cadangan, bernilai sekitar $70 milyar, mencatatkan pembelian tahunan tertinggi yang pernah ada. Harga emas berhubungan terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi negara; harga emas naik ketika Dolar melemah. Harga juga berfluktuasi dengan ketegangan geopolitik, kondisi ekonomi, dan suku bunga, sangat bergantung pada kekuatan Dolar AS. Dengan harga emas menunjukkan kekuatan hari ini, kita harus melihat ini sebagai kelanjutan dari tren yang lebih luas. Kenaikan harga saat ini mencerminkan minat yang berkembang untuk aset tempat aman di tengah ketidakpastian ekonomi. Melihat data pasar, kita melihat Indeks Dolar AS telah melemah hampir 2% selama kuartal terakhir tahun 2025, yang biasanya memberi dorongan kepada emas.

    Dukungan Bank Sentral

    Tindakan bank sentral tetap menjadi dukungan penting untuk harga, memberikan dasar yang solid. Melihat kebelakang, kita melihat bank sentral global menambah lebih dari 950 ton ke cadangan mereka pada tahun 2025, melanjutkan pola pembelian agresif yang telah ditetapkan bertahun-tahun lalu. Permintaan yang konsisten ini, terutama dari pasar negara berkembang, menunjukkan bahwa setiap penurunan harga yang signifikan kemungkinan akan segera dibeli. Lingkungan ini juga dipengaruhi oleh ekspektasi suku bunga yang lebih rendah dari Federal Reserve AS di akhir tahun ini. Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas menjadi lebih menarik ketika imbal hasil obligasi diperkirakan akan turun. Kita melihat hal ini diperkirakan di pasar berjangka, dengan para trader memperkirakan setidaknya dua pemotongan suku bunga sebelum akhir tahun 2026. Mengingat hubungan terbalik dengan aset berisiko, kita harus mencatat kinerja S&P 500 yang kurang menggembirakan, yang naik kurang dari 1% sejak awal tahun baru. Kinerja yang kurang menggembirakan dalam ekuitas ini mendorong modal menuju alternatif seperti logam mulia. Rotasi ini adalah tanda klasik dari perilaku ekonomi di akhir siklus. Untuk beberapa minggu ke depan, kita harus mempertimbangkan strategi yang menguntungkan dari pergerakan harga naik dan potensi volatilitas. Ini termasuk melihat opsi beli untuk memanfaatkan kenaikan lebih lanjut atau menggunakan kontrak berjangka untuk menetapkan posisi panjang. Kuncinya adalah memposisikan diri untuk pasar yang semakin menguntungkan aset berwujud dan aman ketimbang yang finansial. Buat akun VT Markets Anda sekarang dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code