Emas Sebagai Tempat Aman
Emas memiliki peran lama sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Emas sering dianggap sebagai aset aman selama masa ketidakstabilan, serta sebagai pelindung terhadap inflasi dan penyusutan mata uang. Bank sentral memegang cadangan emas terbesar, menggunakan emas untuk mendiversifikasi kepemilikan mereka dan memperkuat persepsi kesehatan ekonomi. Pada tahun 2022, mereka menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar, menandai pembelian tahunan tertinggi yang pernah tercatat. Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan hasil Treasury. Dolar yang lemah biasanya meningkatkan harga emas, sementara kekuatannya dapat menekan harga. Faktor geopolitik, suku bunga, dan ketakutan ekonomi dapat memengaruhi nilai emas. Kenaikan harga emas baru-baru ini mencerminkan permintaan yang kuat sebagai tempat aman, didorong oleh ketidakpastian pasar yang terus berlangsung. Kita telah melihat bagaimana ketegangan geopolitik, seperti tindakan AS di Venezuela dan gesekan perdagangan dengan India yang disebutkan akhir tahun lalu, terus mendorong investor menuju emas. Trader harus mempertimbangkan bahwa faktor-faktor ini kemungkinan akan menjaga volatilitas tetap tinggi dan mendukung harga dalam beberapa minggu mendatang.Dinamika Pasar
Kami melihat taruhan kuat pada pemotongan suku bunga Federal Reserve di paruh pertama tahun ini, sebuah pergeseran signifikan dari kebijakan yang terlihat selama sebagian besar tahun 2025. Ekspektasi ini dipicu oleh angka-angka manufaktur dan pekerjaan yang melambat yang dilaporkan pada kuartal terakhir tahun lalu. Secara historis, lingkungan suku bunga yang lebih rendah mengurangi biaya peluang memiliki aset yang tidak menghasilkan seperti emas. Kelemahan Dolar AS menjadi angin kuat bagi emas, dan hubungan berlawanan ini tetap menjadi sinyal perdagangan kunci. Indeks Dolar AS (DXY) kesulitan mempertahankan kenaikan, mencerminkan harga pasar yang memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih longgar. Selama dolar tetap tertekan, ini memberikan dasar yang solid untuk harga emas. Kita tidak boleh mengabaikan pembelian yang terus-menerus dari bank sentral, yang telah menciptakan tawaran struktural di pasar. Melihat ke belakang, kita melihat tren ini terus kuat melalui tahun 2025, dengan pembelian bersih bank sentral dilaporkan melebihi 1.000 ton untuk tahun ketiga berturut-turut. Permintaan institusional jangka panjang ini mengurangi kemungkinan terjadinya kejatuhan harga secara besar-besaran. Untuk trader derivatif, ini menunjukkan bahwa membeli opsi call atau membentuk spread call bullish pada kontrak berjangka emas bisa menjadi strategi yang bijak untuk menangkap potensi kenaikan lebih lanjut. Volatilitas implisit mungkin naik menjelang pertemuan bank sentral yang penting, memberikan peluang bagi mereka yang menjual opsi put pada penurunan harga yang signifikan. Tren mendasar yang kuat menunjukkan bahwa mencari titik masuk pada koreksi kecil lebih disukai daripada menjual pasar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.