Rincian Inflasi Mengarah Pada Perkiraan Yang Lebih Lemah
Nordea mengatakan rincian data ini menunjukkan arah inflasi yang lebih lemah dan bisa membuat mereka menurunkan jalur proyeksi inflasi (inflation path, yaitu perkiraan arah inflasi dari waktu ke waktu). Perkiraan Nordea untuk CPIF tanpa energi sudah lebih rendah daripada pandangan Riksbank (bank sentral Swedia) sebelum angka Januari dirilis. Nordea masih memperkirakan Riksbank akan menahan suku bunga kebijakan (policy rate, yaitu suku bunga acuan bank sentral) di 1,75%. Mereka mengatakan pemotongan suku bunga sekarang menjadi kemungkinan yang jelas. Angka inflasi terbaru untuk Januari 2026 menunjukkan kejutan besar ke arah lebih rendah pada harga jasa. Inflasi jasa inti turun lebih dalam dari perkiraan kami, dengan penurunan besar pada sewa mobil dan harga hotel. Pelemahan tak terduga ini menjadi rincian penting bagi Riksbank. Secara keseluruhan, kami melihat rincian ini sebagai dovish (dovish, yaitu cenderung mendukung suku bunga lebih rendah/lebih longgar), yang mengarah pada inflasi yang lebih rendah ke depan. Karena itu, kami menilai ulang perkiraan inflasi kami ke bawah. Walau kami masih memperkirakan Riksbank menahan suku bunga kebijakan di 1,75%, pemotongan suku bunga kini jelas mungkin terjadi.Dampak Pasar Untuk Suku Bunga Dan SEK
Ini terjadi setelah Riksbank memangkas suku bunga secara agresif dari puncak 4,00% sepanjang 2024 dan 2025 untuk mengarahkan ekonomi. Pemulihan ekonomi terbaru kuat, dengan PDB (GDP, yaitu total nilai barang dan jasa yang dihasilkan negara) tumbuh 0,7% pada kuartal terakhir 2025, yang membuat keputusan bank menjadi lebih sulit. Kekuatan ini menjadi alasan utama untuk menolak pemotongan suku bunga segera. Bagi pelaku pasar yang memperdagangkan derivatif suku bunga (interest rate derivatives, yaitu produk turunan yang nilainya mengikuti suku bunga), data ini mendukung posisi untuk kemungkinan Riksbank yang lebih dovish dari perkiraan sebelumnya. Pasar bisa mulai memasukkan peluang lebih besar pemotongan suku bunga akhir tahun ini, sehingga menekan imbal hasil (yield, yaitu tingkat “hasil/return” obligasi) obligasi pemerintah jangka pendek. Strategi opsi (options strategies, yaitu cara menggunakan kontrak opsi) yang untung saat suku bunga jangka pendek turun, seperti membeli opsi jual (put options, yaitu hak untuk menjual pada harga tertentu) pada kontrak berjangka (futures, yaitu kontrak jual-beli untuk tanggal mendatang) suku bunga Swedia, kini lebih menarik. Perubahan dovish ini juga perlu diperhatikan di pasar mata uang, khususnya untuk krona Swedia. Prospek suku bunga yang lebih rendah dibanding bank sentral lain bisa memberi tekanan turun lagi pada SEK (kode mata uang krona Swedia). Pelaku pasar bisa mempertimbangkan membeli opsi jual pada krona terhadap euro untuk berspekulasi pada pelemahan lanjutan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.