Inflasi Masih Belum Terkendali
Schmid mengatakan Fed tidak akan kembali ke ukuran neraca (balance sheet: catatan aset dan kewajiban Fed) seperti sebelum krisis keuangan. Ia mengatakan perdebatan utama neraca adalah soal besarnya cadangan (reserves: dana simpanan bank di Fed yang dipakai untuk kebutuhan pembayaran dan likuiditas), dan ia mengkhawatirkan lamanya periode neraca tetap besar. Ia mengatakan kepemilikan KPR oleh Fed (mortgage holdings: surat utang terkait kredit rumah) telah menurunkan imbal hasil (yields: tingkat hasil/return) di pasar itu. Ia menambahkan butuh waktu bertahun-tahun bagi Fed untuk mengurangi kepemilikan obligasi KPR (mortgage bond holdings: surat utang berbasis KPR), sementara pembelian Treasury bill (surat utang pemerintah jangka pendek) untuk pengelolaan cadangan (reserve management: menjaga cadangan tetap cukup) relatif kecil. Schmid mengatakan masih perlu lebih banyak kerja untuk sisi inflasi dalam mandat Fed (mandate: tujuan resmi, yaitu stabilitas harga dan lapangan kerja). Ia mengatakan pasar kerja berada dalam kondisi cukup baik, dan Fed memperhatikan pasar, tetapi tidak terlalu fokus pada pergerakan pasar. Schmid mengatakan respons Fed terhadap masalah pasar akan bergantung pada penyebabnya. Ia juga mengatakan ia menghargai bahwa Kevin Warsh, jika dikonfirmasi sebagai ketua Fed, akan membawa pengalaman.Implikasi Trading Untuk Jalur Suku Bunga Yang Lebih Tinggi
Kita masih harus bekerja pada sisi inflasi dalam mandat, dan trader perlu menganggap ini serius. Data CPI terbaru untuk Januari (CPI: indeks harga konsumen, ukuran inflasi) berada di 2,9% dan masih sulit turun, menunjukkan dorongan terakhir menuju target 2% tetap berat. Ini berarti penetapan harga opsi (options pricing: cara pasar menilai harga kontrak opsi) sebaiknya lebih mendukung skenario suku bunga “lebih tinggi lebih lama” (higher for longer: suku bunga bertahan tinggi lebih lama), karena arah penurunan suku bunga belum jelas. Pasar kerja cukup baik, sehingga bank sentral punya alasan untuk mempertahankan sikap saat ini. Dengan pengangguran 4,1% dan penambahan pekerjaan bulan lalu 190.000, tekanan untuk melonggarkan kebijakan demi mendukung tenaga kerja kecil. Karena itu, trader perlu hati-hati bertaruh pada penurunan suku bunga hanya karena pelemahan kecil di data tenaga kerja. Kita tidak akan kembali ke ukuran neraca seperti sebelum krisis keuangan, sehingga perdebatan utama adalah soal tingkat cadangan. Kepemilikan aset Fed masih sedikit di atas US$6 triliun, dan pengurangan obligasi KPR akan memakan waktu bertahun-tahun, seperti perkiraan sejak 2025. Ini menciptakan efek pengetatan jangka panjang yang cukup bisa diperkirakan (tightening effect: kondisi uang lebih ketat), yang bisa terus menekan aset berjangka panjang (long-duration assets: aset yang nilainya sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga). Perlu diingat bank sentral memperhatikan pasar, tetapi tidak terlalu fokus pada pasar. Ini berarti strategi volatilitas (volatility strategies: strategi yang mencari untung dari naik-turunnya harga), seperti membeli opsi call VIX (VIX: indeks yang sering dipakai sebagai ukuran rasa takut/ketidakpastian pasar; call option: kontrak yang memberi hak membeli pada harga tertentu) atau straddle (strategi membeli opsi call dan put sekaligus untuk memanfaatkan pergerakan besar; put option: kontrak yang memberi hak menjual pada harga tertentu), bisa efektif karena Fed kecil kemungkinan turun tangan meredam gejolak kecuali mengancam stabilitas sistem (systemic stability: kestabilan seluruh sistem keuangan). Ini berbeda dari era setelah 2020, perubahan yang mulai dihitung penuh oleh pasar sejak pertengahan tahun lalu. Penegasan kemandirian dari politik berarti kita harus percaya pada data, bukan rumor politik. Ini memperkuat strategi fokus pada rilis ekonomi utama seperti laporan inflasi dan ketenagakerjaan. Bertaruh pada perubahan kebijakan karena tekanan politik kemungkinan besar merugi. Buat akun live VT Markets dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.