TD Securities memperkirakan Perdana Menteri Li akan menetapkan target pertumbuhan dan defisit untuk 2026, dengan memprioritaskan stimulus konsumsi berbasis permintaan.

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026
    Analis TD Securities memperkirakan Perdana Menteri Li akan menetapkan kisaran target PDB (Produk Domestik Bruto, total nilai barang dan jasa yang dihasilkan negara) 4,5–5,0% untuk 2026 dalam Dua Sesi. Mereka juga memprediksi defisit anggaran luas sekitar 9% dari PDB, yang berarti kebijakan fiskal yang longgar (pemerintah lebih banyak belanja/dukungan meski defisit melebar). Kebijakan diperkirakan akan fokus mendorong permintaan dalam negeri pada 2026. Ini dilakukan melalui gabungan langkah untuk meningkatkan konsumsi (belanja rumah tangga) dan kebijakan yang mendorong investasi.

    Pergeseran Bertahap ke Konsumsi

    Pergeseran ke konsumsi digambarkan sebagai upaya bertahap untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi agar tidak bergantung pada satu sektor. Pendekatan ini dikaitkan dengan pelemahan Investasi Aset Tetap (Fixed-Asset Investment/FAI: belanja untuk aset jangka panjang seperti pabrik, mesin, dan infrastruktur) pada paruh kedua 2025. Bantuan yang menyasar konsumen diperkirakan berlanjut. Program tukar tambah barang (trade-in: menukar barang lama untuk diskon membeli barang baru) disebut sebagai alat perangsang ekonomi yang kemungkinan berlanjut hingga 2026. Sikap fiskal yang agresif ini merupakan respons terhadap data ekonomi yang lemah pada paruh kedua 2025. Pertumbuhan FAI sepanjang 2025 hanya 2,8%, terendah dalam beberapa tahun, terutama karena masalah berkepanjangan di pasar properti. Pembuat kebijakan perlu meningkatkan permintaan dalam negeri untuk menutup kekurangan ini.

    Derivatif dan Penempatan Posisi Pasar

    Bagi trader derivatif (instrumen turunan: produk keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti komoditas, mata uang, atau saham), ini mengarah pada strategi membeli opsi call (hak membeli aset pada harga tertentu sebelum waktu tertentu) pada komoditas industri dalam beberapa minggu ke depan. Dengan harga bijih besi (iron ore) yang baru-baru ini bergerak datar di sekitar US$120–US$125 per ton, konfirmasi belanja infrastruktur baru bisa memicu kenaikan kuat. Potensi kenaikan serupa terlihat pada kontrak berjangka tembaga (copper futures: perjanjian membeli/menjual tembaga di harga tertentu untuk tanggal mendatang), yang sensitif terhadap aktivitas manufaktur dan konstruksi. Di pasar mata uang, stimulus ini diperkirakan mendukung dolar Australia (AUD), yang sering dipakai sebagai indikator permintaan China. Trader dapat mempertimbangkan posisi long (posisi beli untuk mendapat untung saat harga naik) pada kontrak berjangka AUD/USD untuk memanfaatkan kenaikan harga komoditas. Namun, besarnya defisit bisa menekan yuan offshore (CNH: yuan yang diperdagangkan di luar Tiongkok daratan), sehingga muncul peluang posisi short (posisi jual untuk untung saat harga turun) terhadap dolar AS. Kami juga memantau derivatif ekuitas (instrumen turunan berbasis saham/indeks), terutama yang terkait sektor konsumen. Kelanjutan program trade-in yang membantu meningkatkan penjualan mobil lebih dari 12% pada akhir 2025 dapat menguntungkan perusahaan tertentu. Opsi call pada ETF (Exchange-Traded Fund: produk mirip reksa dana yang diperdagangkan seperti saham) yang berfokus pada barang konsumsi non-pokok China (consumer discretionary: barang/jasa yang dibeli saat kondisi ekonomi baik, bukan kebutuhan utama) dan produsen kendaraan listrik terlihat menarik.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code