Bagaimana FXStreet Menghitung Harga Emas di India
FXStreet menghitung harga emas di India dengan mengubah harga internasional menggunakan kurs USD/INR (nilai tukar Dolar AS terhadap Rupee India) dan menyesuaikannya dengan satuan ukur lokal. Angka-angka ini diperbarui setiap hari saat artikel diterbitkan dan hanya sebagai acuan; harga setempat bisa sedikit berbeda. Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Mereka menambah 1.136 ton (tonne) senilai sekitar $70 miliar ke cadangan (reserve) pada 2022, menurut World Gold Council, pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS dan obligasi pemerintah AS (US Treasuries, surat utang pemerintah AS). Emas juga bisa bergerak berlawanan dengan aset berisiko (risk assets, seperti saham), dan dipengaruhi oleh suku bunga, kekhawatiran resesi (perlambatan ekonomi yang berkepanjangan), serta ketidakstabilan geopolitik (ketegangan antarnegara yang memicu risiko).Faktor Utama yang Dipantau Trader
Kita melihat harga emas menguat, sesuai peran klasiknya sebagai lindung nilai (hedge, alat untuk mengurangi risiko kerugian) saat situasi tidak pasti. Pergerakan ini didukung oleh Dolar AS yang melemah dari level tertingginya dalam setahun terakhir. Trader derivatif (derivative traders, pelaku yang memperdagangkan produk turunan seperti futures dan options) perlu memperhatikan hubungan berlawanan arah ini sebagai indikator kinerja utama ke depan. Pasar juga bereaksi terhadap perkiraan suku bunga yang lebih rendah dari Federal Reserve AS (bank sentral AS) pada akhir tahun ini. Jika melihat ke belakang, kenaikan suku bunga yang agresif pada 2023 dan 2024 kini tampak mendekati akhir, sehingga memegang aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset, aset yang tidak memberi bunga/kupon) seperti emas menjadi lebih menarik. Data CME FedWatch Tool (alat dari CME yang mengukur peluang keputusan suku bunga The Fed berdasarkan harga pasar) saat ini menunjukkan peluang 70% untuk setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebelum 2027, perubahan kebijakan yang besar. Kita juga perlu mempertimbangkan permintaan yang terus kuat dari bank sentral, yang berlanjut sejak pembelian rekor pada 2022. World Gold Council menegaskan bank sentral secara kolektif membeli lebih dari 1.000 ton per tahun sepanjang 2023 dan 2024, dan laporan menunjukkan tren ini berlanjut hingga 2025. Ini memberi “lantai” struktural yang kuat bagi harga emas (struktur penopang jangka panjang yang menahan harga agar tidak mudah turun). Selain itu, pertumbuhan ekonomi global menunjukkan tanda melambat, dengan perkiraan terbaru IMF (Dana Moneter Internasional) direvisi turun untuk paruh kedua 2026. Potensi perlambatan ini, ditambah ketegangan geopolitik yang berlanjut, meningkatkan daya tarik emas sebagai aset safe haven (aset yang dianggap lebih aman saat pasar bergejolak). Ini terlihat pada 2025 ketika pasar saham menjadi volatil (mudah naik-turun tajam), mendorong investor menuju keamanan relatif emas. Dengan faktor-faktor ini, trader bisa mempertimbangkan membuka posisi long (posisi beli untuk mendapat untung saat harga naik) melalui kontrak futures (kontrak berjangka, perjanjian jual-beli di harga tertentu untuk tanggal tertentu) untuk memanfaatkan potensi kenaikan. Bagi yang memakai options (opsi, hak untuk membeli/menjual di harga tertentu), membeli call options (opsi beli) atau menyusun bull call spreads (strategi opsi: beli call di strike lebih rendah dan jual call di strike lebih tinggi) bisa menjadi cara untuk mengelola risiko sambil bertaruh harga naik. Kita perlu memantau kenaikan volatilitas, karena itu mencerminkan keyakinan pasar yang makin kuat terhadap tren naik ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.