Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga BoE
Kenaikan GBP/USD bisa terbatas karena ekspektasi bahwa Bank of England (BoE, bank sentral Inggris) akan lebih “dovish” (cenderung melonggarkan kebijakan, misalnya menurunkan suku bunga). Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga pada bulan Maret, terkait kondisi pasar kerja Inggris yang melemah dan tekanan inflasi yang mereda. Anggota MPC (Monetary Policy Committee, komite penentu suku bunga BoE) Alan Taylor menyerukan dua sampai tiga pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat, dengan alasan risiko pada lapangan kerja dan tekanan harga yang menurun. Inflasi CPI Inggris (Consumer Price Index, ukuran perubahan harga barang dan jasa untuk konsumen) turun ke 3,0% pada Januari dari 3,4% pada Desember, terendah sejak pertengahan 2025 dan penurunannya lebih besar dari perkiraan. Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan kepada Komite Keuangan Parlemen bahwa pemangkasan pada Maret masih “benar-benar belum pasti”. Ia mengatakan inflasi jasa berada di 4,4% pada Januari dibanding proyeksi BoE 4,1%, sementara Kepala Ekonom Huw Pill memperingatkan agar tidak “terbuai” oleh inflasi utama (angka inflasi yang paling sering jadi sorotan/berita) yang bergerak menuju target 2%.Reaksi Historis Sterling
Fokus utama adalah ekspektasi kuat bahwa BoE akan memangkas suku bunga pada bulan Maret. Penurunan inflasi Inggris ke 3,0% pada Januari, lebih tajam dari perkiraan, mendukung pandangan ini. Penilaian pasar berdasarkan Overnight Index Swaps (OIS, jenis kontrak swap suku bunga yang mencerminkan perkiraan suku bunga jangka pendek) kini menunjukkan peluang lebih dari 70% untuk pemangkasan 25 basis poin (bps; 1 bps = 0,01%, jadi 25 bps = 0,25%) bulan depan. Jika melihat ke belakang, pada siklus pelonggaran sebelumnya seperti tahun 2020, Sterling (mata uang Pound Inggris) sering mendapat tekanan turun di awal setelah pemangkasan suku bunga pertama. Ini berbeda dengan periode yang relatif stabil sepanjang 2025, saat kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan jumlah uang beredar) ditahan. Pola ini menunjukkan pound cenderung melemah setelah pemangkasan dikonfirmasi. Di sisi lain, pelemahan dolar AS terkait berita politik, seperti pembelaan tarif dalam pidato State of the Union. Meski ketidakpastian ini sementara mendukung GBP/USD, data ekonomi AS tetap kuat. Contohnya, laporan pekerjaan terbaru pada awal Februari 2026 masih menunjukkan pasar tenaga kerja yang ketat (sulit mendapat pekerja/pengangguran rendah), sehingga cerita “dolar melemah” menjadi tidak sederhana. Karena itu, trader (pelaku transaksi jangka pendek) dapat mempertimbangkan posisi untuk penurunan GBP/USD menjelang rapat bank sentral bulan Maret. Membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu, biasanya untung jika harga turun) pada GBP/USD bisa menjadi strategi yang hati-hati, karena bisa mendapat untung saat turun sambil membatasi kerugian jika dolar melemah lebih jauh dari perkiraan. Data posisi dari CFTC (Commodity Futures Trading Commission, lembaga AS yang memantau pasar derivatif) menunjukkan spekulan besar meningkatkan posisi net short (posisi yang diuntungkan jika harga turun) pada Sterling dalam beberapa minggu terakhir.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.