Michael Pfister dari Commerzbank mengatakan para pejabat ECB dan Riksbank khawatir terhadap penguatan euro di tengah melemahnya dolar.

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026
    Bank sentral Eropa di ECB dan Riksbank memantau penguatan euro saat dolar AS melemah. Fokusnya adalah seberapa cepat EUR/USD naik dan dampaknya pada inflasi impor (kenaikan harga barang/jasa yang dibeli dari luar negeri). Salah satu patokan yang dibahas adalah purchasing power parity (PPP), yaitu cara membandingkan “nilai wajar” mata uang berdasarkan daya beli (berapa banyak barang yang bisa dibeli di tiap negara). Berdasarkan PPP, euro masih dinilai lebih rendah dari nilai wajarnya dibanding dolar AS, dan krona Swedia baru pulih sebagian dari kondisi sebelumnya yang juga dinilai terlalu rendah.

    Fokus Pada Kecepatan, Bukan Level

    Kekhawatiran utamanya bukan pada level kurs saat ini, melainkan pada kecepatan pergerakannya. Kenaikan mata uang yang lebih cepat bisa memengaruhi inflasi impor lebih cepat dibanding perubahan yang bertahap. Perdebatan bisa berlanjut dalam beberapa bulan ke depan jika dolar AS terus melemah, seperti yang diperkirakan sebagian pelaku pasar. Teks tersebut menyebut pilihan kebijakan untuk melawan pergerakan mata uang ini terbatas. Teks itu juga mencatat bahwa penguatan dolar AS sebelumnya membuat mata uang lain terlihat lebih “murah.” Jika terjadi pembalikan menuju penilaian berbasis dolar AS yang lebih wajar, itu berarti mata uang di sisi lain dari pasangan kurs tersebut akan menguat.

    Implikasi Untuk Trader Opsi EUR/USD

    Euro mengalami penguatan cepat terhadap dolar AS, naik dari sekitar 1,08 pada akhir tahun lalu ke posisi saat ini dekat 1,14. Momentum kuat ini didorong oleh ekspektasi pasar bahwa US Federal Reserve (bank sentral AS) akan mulai menurunkan suku bunga (biaya pinjaman acuan) lebih dulu daripada Bank Sentral Eropa. Tren dasarnya menunjukkan dolar bisa tetap lemah dalam beberapa minggu mendatang. Namun, bankir sentral Eropa makin khawatir pada kecepatan kenaikan Euro, bukan semata nilainya saat ini. Dengan inflasi Zona Euro tercatat 2,4% untuk Januari 2026, mata uang yang menguat terlalu cepat dapat menekan inflasi impor terlalu cepat sehingga menyulitkan pembuat kebijakan. “Intervensi verbal” (komentar pejabat yang bertujuan memengaruhi pasar tanpa tindakan kebijakan langsung) ini menambah risiko koreksi jangka pendek (penurunan singkat setelah kenaikan). Bagi trader derivatif (instrumen turunan yang nilainya mengikuti aset acuan seperti kurs), artinya meski arah yang “paling mudah” untuk EUR/USD masih naik, perjalanannya akan bergejolak. Membeli opsi call (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli pada harga tertentu) untuk mendapat untung dari kenaikan tetap menjadi strategi utama, tetapi trader perlu melindungi diri dari penurunan mendadak akibat komentar bank sentral. Menggunakan bull call spread (strategi membeli call dan menjual call lain pada harga kesepakatan lebih tinggi untuk menekan biaya dan membatasi risiko) bisa menjadi cara efektif untuk menurunkan biaya masuk sekaligus menentukan batas risiko. Kami mengamati volatilitas tersirat 1 bulan (perkiraan gejolak harga yang “tersirat” dari harga opsi) untuk opsi EUR/USD naik dari level terendahnya di akhir 2025, yang menegaskan pasar mulai memasukkan ketidakpastian baru ini ke dalam harga. Karena itu, trader perlu memantau pidato-pidato ECB berikutnya dengan cermat, karena pernyataan yang keras bisa memicu penurunan sementara pada harga spot (harga kurs saat ini). Koreksi seperti ini dapat menjadi titik masuk yang lebih menarik bagi mereka yang ingin memposisikan diri untuk Euro yang lebih kuat hingga kuartal kedua.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code