Sentimen Zona Euro dan Prospek Inflasi
Survei di Zona Euro menunjukkan gambaran yang beragam. Indikator Sentimen Ekonomi turun menjadi 98,3 pada Februari dari revisi 99,3 pada Januari, sementara Kepercayaan Konsumen membaik menjadi -12,2 tetapi masih negatif (angka di bawah nol berarti konsumen cenderung pesimistis). Pasar kini fokus pada data awal CPI Jerman yang akan rilis Jumat. CPI (Indeks Harga Konsumen) adalah ukuran kenaikan harga barang dan jasa yang dibayar rumah tangga. Data ini dapat membentuk perkiraan jangka dekat untuk arah harga di Zona Euro. Dolar AS menguat, dengan Dollar Index dekat 97,70. Dollar Index adalah ukuran kekuatan dolar dibanding beberapa mata uang utama. Pasar menilai ketidakpastian kebijakan dagang AS setelah putusan Mahkamah Agung AS mempertanyakan sebagian kerangka tarif Presiden Donald Trump, sambil tetap memperkirakan Washington mempertahankan perjanjian dagang. Pelaku pasar sebagian besar memperkirakan Federal Reserve akan menahan suku bunga pada pertemuan mendatang. Klaim Pengangguran Mingguan (jumlah orang yang mengajukan tunjangan pengangguran untuk pertama kali) yang rilis nanti dapat memberi gambaran tambahan tentang kondisi pasar tenaga kerja AS.Satu Tahun Lalu Versus Hari Ini
Jika melihat setahun lalu, EUR/USD bertahan di sekitar 1.1800 saat Bank Sentral Eropa (ECB) yakin inflasi terkendali. Hari ini, situasinya berubah, dengan pasangan ini kini diperdagangkan dekat 1.0750 karena kebijakan bank sentral makin berbeda dibanding perkiraan pada 2025. Selisih suku bunga ini kini menjadi faktor utama yang dipantau trader. Optimisme ECB pada awal 2025 berhadapan dengan kenyataan tekanan harga yang tetap tinggi. Dengan inflasi Zona Euro Januari 2026 bertahan di 2,5% dan CPI Jerman lebih tinggi di 2,8%, pasar mengurangi perkiraan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Ini menunjukkan strategi opsi (kontrak yang memberi hak, bukan kewajiban, untuk membeli/menjual pada harga tertentu) yang bertaruh euro bergerak dalam kisaran sempit atau melemah bisa menarik, karena ECB kemungkinan menahan suku bunga utamanya di 4,25% lebih lama dari perkiraan sebelumnya. Di Amerika Serikat, fokus bergeser dari ketidakpastian kebijakan dagang 2025 ke cerita “lebih tinggi lebih lama” untuk suku bunga (suku bunga dipertahankan tinggi lebih lama). Data CPI AS terbaru menunjukkan inflasi bertahan di 3,1%, sehingga Federal Reserve punya sedikit alasan untuk melonggarkan kebijakan. Dengan Fed Funds Rate (suku bunga acuan The Fed) tetap 5,50%, keunggulan imbal hasil dolar yang besar terus menarik arus dana dan menekan EUR/USD. Perbedaan kebijakan ini membuka peluang yang jelas di pasar volatilitas (ukuran seberapa besar harga bisa bergerak). Kami melihat volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi EUR/USD tenor satu bulan naik ke 8,2%, meningkat dibanding level rendah sepanjang sebagian besar tahun lalu. Kondisi ini membuat strategi seperti straddle atau strangle menarik. Straddle adalah membeli opsi beli dan opsi jual di harga yang sama untuk mendapat untung bila harga bergerak besar ke salah satu arah. Strangle serupa, tetapi menggunakan dua harga berbeda, biasanya lebih murah namun butuh pergerakan lebih besar. Dalam beberapa minggu ke depan, kami akan memantau data PMI manufaktur kilat Zona Euro dan laporan pekerjaan AS berikutnya. PMI (Purchasing Managers’ Index) adalah survei cepat aktivitas bisnis; angka di atas 50 biasanya berarti ekspansi, di bawah 50 berarti kontraksi. Sentimen ekonomi yang campur aduk tahun lalu kini bergeser menjadi gambaran yang lebih jelas: pertumbuhan Eropa melambat dibanding ekonomi AS yang lebih tahan banting. Data apa pun yang membantah gambaran ini akan menjadi pemicu utama berikutnya bagi pasangan mata uang ini.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.