Cadangan bank sentral Rusia turun dari $806,1 miliar sebelumnya menjadi $797,2 miliar dalam pembaruan terbaru.

    by VT Markets
    /
    Feb 27, 2026
    Cadangan bank sentral Rusia turun menjadi $797,2 miliar, dari $806,1 miliar pada laporan sebelumnya. Ini adalah penurunan sebesar $8,9 miliar antara dua waktu pelaporan tersebut. Penurunan cadangan bank sentral Rusia ini menunjukkan tekanan berkelanjutan pada keuangan mereka. Kita melihat mereka aktif memakai “cadangan dana besar” (war chest, yaitu dana simpanan besar untuk keadaan darurat) untuk menahan rubel dan membiayai belanja negara. Pelaku pasar derivatif (kontrak keuangan seperti opsi dan swap yang nilainya mengikuti aset acuan) perlu mengantisipasi volatilitas (naik-turun harga yang tajam) yang lebih tinggi pada aset berbasis rubel dalam beberapa minggu ke depan. Kurs USD/RUB (nilai tukar dolar AS terhadap rubel Rusia) sudah menguji level 112, naik dari rata-rata 107 bulan lalu. Pembakaran cadangan ini membuat strategi membeli opsi call pada USD/RUB (kontrak yang memberi hak membeli di harga tertentu; biasanya dipakai untuk untung jika USD/RUB naik atau untuk lindung nilai/hedging) makin menarik untuk melindungi diri dari, atau mencari untung atas, pelemahan mata uang lebih lanjut. Volatilitas tersirat (implied volatility, yaitu perkiraan volatilitas yang tercermin dari harga opsi) pada opsi ini naik ke level yang belum terlihat sejak kuartal ketiga 2025, yang menunjukkan pasar memperkirakan pergerakan yang lebih besar. Tekanan ini juga terlihat di pasar komoditas (barang seperti minyak), karena anggaran Rusia sangat bergantung pada ekspor energi. Minyak Brent sulit bertahan di atas $88 per barel, meski ada komitmen terbaru OPEC+ (kelompok negara pengekspor minyak yang mengatur pasokan), yang menandakan pendapatan negara bisa lebih rendah dari proyeksi. Trader sebaiknya mempertimbangkan posisi yang diuntungkan dari ketidakstabilan harga pada kontrak berjangka minyak (oil futures, yaitu kontrak untuk membeli/menjual minyak di tanggal mendatang), karena Moskow mungkin terdorong mengambil langkah yang sulit diprediksi untuk menaikkan pemasukan. Data inflasi terbaru Januari menunjukkan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen, ukuran rata-rata kenaikan harga barang dan jasa) Rusia di 7,8%, angka yang mencerminkan dampak inflasi dari belanja ini. Ini melanjutkan tren sepanjang 2025, ketika tekanan ekonomi domestik meningkat. Mata uang yang melemah dan inflasi tinggi menciptakan lingkaran buruk (negative feedback loop, yaitu kondisi yang saling memperparah) yang bisa dimanfaatkan trader melalui swap mata uang (currency swaps, yaitu perjanjian menukar arus pembayaran dalam dua mata uang) dan opsi.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code