Permintaan Aset Aman Dan Yield Lebih Rendah
Penurunan yield terkait dengan meningkatnya permintaan aset aman (safe haven, yaitu aset yang biasanya dicari saat pasar takut/berisiko), termasuk lindung nilai (hedging, yaitu cara mengurangi risiko kerugian) yang terkait dengan “AI scare trade” (pergerakan pasar karena kekhawatiran terhadap isu AI). Data terbaru juga menunjukkan tekanan inflasi mereda dan permintaan domestik melemah. Gubernur The Fed, Stephen Miran, kembali menyerukan pemangkasan suku bunga lebih cepat, mengatakan “empat kali pemangkasan [total 100 bps tahun ini]” itu tepat dan lebih memilih dilakukan lebih awal. Kontrak berjangka Fed funds (fed funds futures, yaitu harga pasar yang mencerminkan perkiraan arah suku bunga kebijakan The Fed) sepenuhnya memperhitungkan pelonggaran 50 bps hingga akhir tahun. Dengan yield lebih rendah dan tidak ada data baru yang benar-benar mengubah arah kebijakan, The Fed dinilai bisa menunggu sebelum melanjutkan pemangkasan suku bunga. Artikel ini dibuat menggunakan alat AI dan diperiksa oleh editor. Dolar AS tertahan dalam rentang sempit, dan kurangnya arah ini membuka peluang bagi trader derivatif (derivatif, yaitu produk keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti mata uang, saham, atau obligasi). Saat futures S&P 500 melemah dan yield Treasury 10 tahun turun di bawah 4,00%, pasar memberi sinyal campuran. Kondisi seperti ini sering cocok untuk strategi yang untung saat pergerakan harga kecil (volatilitas rendah, yaitu harga tidak banyak naik-turun).Kondisi Rentang Sempit Mendukung Strategi Menjual Volatilitas
Kita melihat tanda pelemahan pada data terbaru, yang mendukung sikap The Fed untuk menunggu (patient stance, yaitu tidak terburu-buru mengubah suku bunga). Misalnya, CPI inti (core CPI, yaitu inflasi tanpa komponen yang paling bergejolak seperti makanan dan energi) Januari berada di 2,9%, menunjukkan inflasi mendingin tetapi belum turun tajam. Ditambah penjualan ritel yang turun tak terduga 0,6% bulan lalu, peluang ekonomi “meledak” naik atau turun terlihat kecil. Ini menunjukkan trader bisa mempertimbangkan strategi “menjual volatilitas” (volatility selling, yaitu mengambil untung dari premi opsi ketika pasar diperkirakan bergerak tenang) dalam beberapa minggu ke depan, karena kondisi rentang sempit kemungkinan berlanjut. Dengan Indeks Volatilitas CBOE (VIX, sering disebut “indeks ketakutan” yang mengukur perkiraan naik-turun pasar saham AS dari harga opsi) saat ini berada dekat level rendah 14, premi opsi (options premiums, yaitu harga/biaya membeli opsi) masih cukup menarik untuk dijual. Strategi seperti iron condor (strategi opsi yang menargetkan harga tetap di dalam rentang tertentu) pada ETF mata uang seperti UUP (ETF, yaitu produk mirip reksa dana yang diperdagangkan seperti saham; UUP melacak nilai Dolar AS) atau pada indeks utama bisa diuntungkan jika pasar memang tidak banyak bergerak. Kita melihat pasar memperkirakan sekitar 50 basis poin pemangkasan suku bunga tahun ini (basis poin/bps, yaitu 0,01%; 50 bps = 0,50%), dan ini terlihat masuk akal karena The Fed bisa menunggu data tambahan. Ini berbeda dari volatilitas suku bunga (rate volatility, yaitu naik-turunnya ekspektasi suku bunga) yang terjadi sepanjang 2025. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.