Data Inggris Menekan Sterling
Data Inggris juga menekan Sterling (mata uang Pound Inggris), dengan indeks Kepercayaan Konsumen GfK (survei sentimen konsumen) turun ke -19 pada Februari dari -16 pada Januari. Angka ini lebih buruk dari perkiraan -15. Di Jerman, data inflasi menunjukkan CPI (Indeks Harga Konsumen, ukuran kenaikan harga barang dan jasa) naik 0,2% dibanding bulan sebelumnya pada Februari, di bawah perkiraan 0,5% dan di atas angka sebelumnya 0,1%. CPI melemah menjadi 1,9% dibanding tahun sebelumnya dari 2,1%, lebih rendah dari perkiraan 2,0%. HICP Jerman (Indeks Harga Konsumen yang diselaraskan untuk perbandingan antarnegara Uni Eropa) naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya, di bawah perkiraan 0,5% dan naik dari -0,1% sebelumnya. HICP tahunan melemah ke 2,0% dari 2,1%. Pasar menilai ada peluang pemangkasan suku bunga Bank of England pada Maret. Bank Sentral Eropa diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah hingga sisa tahun 2026.Perbedaan Kebijakan Mendukung Eur Gbp
Dengan selisih kebijakan yang makin lebar antara Bank of England dan Bank Sentral Eropa, kami melihat EUR/GBP masih berpotensi naik. Pasar kini memberi probabilitas 85% untuk pemangkasan suku bunga oleh BoE (Bank of England) pada rapat bulan Maret, sehingga ada pendorong utama yang jelas untuk melemahnya Sterling. Ini berbeda dengan ECB (European Central Bank/Bank Sentral Eropa), yang diperkirakan menahan suku bunga tetap hingga akhir tahun. Situasi politik di Inggris menambah tekanan pada Pound, dan langsung memengaruhi profil risikonya (tingkat risiko yang dinilai pasar). Kekalahan mengejutkan di kursi yang selama ini aman untuk Labour menambah ketidakpastian tentang stabilitas pemerintah dan kemungkinan membuat Sterling tetap tertekan. Risiko politik ini memperburuk data ekonomi yang lemah, seperti turunnya Kepercayaan Konsumen GfK ke -19 dan laporan ONS (Office for National Statistics/Kantor Statistik Nasional) minggu lalu yang menunjukkan penjualan ritel (penjualan di toko/ke konsumen) turun 0,7% pada Januari. Di sisi lain, Euro tetap kuat meski inflasi Jerman sedikit melemah. Inflasi HICP Zona Euro stabil di 1,9%, sangat dekat dengan target ECB, sehingga pembuat kebijakan tidak punya alasan kuat untuk mengubah arah kebijakan yang stabil. Kondisi yang stabil ini membuat Euro menjadi pilihan menarik dibanding Pound yang lebih bergejolak secara politik. Untuk pedagang derivatif (produk turunan seperti opsi dan futures, nilainya mengikuti aset lain), kondisi ini mengarah pada membeli opsi call EUR/GBP (hak untuk membeli pada harga tertentu) untuk mendapat untung bila harga naik dalam beberapa minggu ke depan. Meningkatnya ketidakpastian politik juga mendorong implied volatility (perkiraan volatilitas yang tersirat dalam harga opsi), sehingga strategi seperti call spread (kombinasi membeli call dan menjual call lain untuk menekan biaya premi) menjadi menarik untuk mengelola biaya premi (biaya opsi) yang lebih mahal. Ini membantu mengambil posisi untuk kemungkinan kenaikan kurs sambil membatasi risiko. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.