Posisi Spekulatif Semakin Dalam
Posisi bersih spekulatif yang masih jual pada Poundsterling Inggris makin dalam menjadi -57,1K kontrak dari -42,4K. Ini menunjukkan makin banyak pelaku pasar percaya nilai pound akan turun. Ini adalah posisi bersih jual terbesar yang kami catat sejak kuartal ketiga 2025. Sentimen negatif ini mengikuti data ekonomi Inggris terbaru yang menunjukkan inflasi turun ke 2,1%, lebih dekat ke target Bank of England (bank sentral Inggris). Ditambah pertumbuhan PDB (GDP, ukuran total produksi/aktivitas ekonomi) kuartal terakhir 2025 yang datar, tekanan meningkat agar bank sentral mempertimbangkan penurunan suku bunga. Penurunan suku bunga biasanya melemahkan mata uang. Sebaliknya, Federal Reserve AS (bank sentral AS) memberi sinyal akan lebih sabar setelah laporan non-farm payroll Januari menunjukkan pasar tenaga kerja tetap kuat. Perbedaan arah ini—Bank of England cenderung melonggarkan kebijakan, sementara The Fed bertahan—membuat pound kurang menarik dibanding dolar. Pelaku pasar menilai peluang penurunan suku bunga BoE sebelum akhir kuartal kedua semakin besar. Kami ingat pola serupa pada kuartal terakhir 2024, ketika peningkatan posisi jual diikuti penurunan tajam kurs GBP/USD. Pergerakan itu dipicu perubahan bahasa bank sentral menjadi lebih dovish (lebih condong mendukung suku bunga lebih rendah). Posisi saat ini menunjukkan pasar memperkirakan hal serupa bisa terulang. Karena itu, trader dapat mempertimbangkan strategi untuk mendapat untung jika pound turun dalam beberapa minggu ke depan, terutama terhadap dolar AS. Ini bisa dilakukan dengan membeli opsi put pada futures GBP (kontrak berjangka GBP; opsi put adalah hak untuk menjual pada harga tertentu) atau langsung mengambil posisi jual pada pasangan GBP/USD. Fokus pada kontrak yang berakhir dalam 30 hingga 90 hari untuk menangkap volatilitas (naik-turun harga) di sekitar rapat Bank of England.Implikasi Perdagangan Jangka Pendek
Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.