Reuters melaporkan bahwa Angkatan Laut IRGC Iran menyiarkan bahwa kapal-kapal tidak boleh melintasi Selat Hormuz, sehingga menutup selat tersebut.

    by VT Markets
    /
    Mar 1, 2026
    Reuters melaporkan pada Minggu, mengutip unggahan Tehran Times di X, bahwa Angkatan Laut IRGC menggunakan radio VHF untuk menyatakan tidak ada kapal yang diizinkan melintasi Selat Hormuz. Reuters juga melaporkan bahwa seorang pejabat dari misi angkatan laut Uni Eropa, Aspides, mengatakan kapal-kapal telah menerima pesan VHF dari Pengawal Revolusi Iran bahwa “tidak ada kapal yang diizinkan melewati Selat Hormuz.” Selat Hormuz adalah jalur penting untuk perdagangan minyak dunia. Jika ditutup, harga minyak bisa naik.

    Dasar-Dasar WTI dan Perannya di Pasar

    WTI adalah jenis minyak mentah yang diperdagangkan di pasar internasional; kepanjangannya West Texas Intermediate. WTI adalah salah satu dari tiga patokan harga utama (benchmark), bersama Brent dan Dubai Crude. WTI disebut “ringan (light)” dan “rendah belerang (sweet)” karena massanya relatif lebih ringan dan kandungan sulfurnya (belerang) rendah, sehingga umumnya lebih mudah diolah menjadi bahan bakar. WTI diproduksi di Amerika Serikat dan didistribusikan melalui pusat Cushing, pusat pengumpulan dan penyaluran minyak lewat jaringan pipa (pipeline). Harga WTI sering dipakai sebagai patokan untuk pasar minyak. Harga WTI terutama dipengaruhi oleh pasokan dan permintaan; pertumbuhan ekonomi dunia memengaruhi permintaan. Ketidakstabilan politik, perang, sanksi, keputusan OPEC (kelompok negara pengekspor minyak), dan pergerakan dolar AS juga dapat memengaruhi harga karena minyak biasanya diperdagangkan dalam dolar. Laporan stok mingguan dari API dan EIA dapat menggerakkan harga, karena perubahan stok mencerminkan perubahan pasokan dan permintaan. API adalah lembaga industri (American Petroleum Institute) yang merilis perkiraan stok, sedangkan EIA adalah lembaga pemerintah AS (Energy Information Administration) yang merilis data resmi dan biasanya dianggap lebih tepercaya. Hasil keduanya mirip sekitar 75% dari waktu.

    Dampak Pasar dan Sinyal Perdagangan

    Pengumuman penutupan Selat Hormuz adalah potensi guncangan pasokan besar bagi pasar minyak global. Secara historis, sekitar seperlima konsumsi minyak dunia, kira-kira 21 juta barel per hari, melewati jalur sempit penting ini (chokepoint: titik sempit yang jika terganggu dapat menghambat arus pasokan). Jika pasokan ini mendadak hilang, pasar akan cepat menaikkan harga untuk memasukkan risiko. Dengan eskalasi geopolitik ini, volatilitas pasar (naik-turun harga yang cepat dan besar) kemungkinan meningkat tajam. Indeks Volatilitas Minyak Mentah CBOE (OVX)—ukuran perkiraan gejolak harga minyak dari pasar opsi—yang berada di kisaran 30-an pada Februari 2026, kemungkinan melonjak di atas 50, menandakan ketidakpastian tinggi. Ini berarti biaya opsi (kontrak untuk membeli/menjual di harga tertentu) naik, sehingga trader perlu siap menghadapi premi yang jauh lebih mahal. Call adalah opsi untuk membeli, put adalah opsi untuk menjual. Krisis pasokan ini diperparah oleh kondisi pasar yang terlihat sejak akhir 2025. Setelah harga melemah pada kuartal keempat 2025 karena kekhawatiran pertumbuhan ekonomi Asia melambat, OPEC+ (OPEC dan sekutunya) pada pertemuan Desember 2025 sepakat memperpanjang pemangkasan produksi hingga pertengahan tahun ini. Akibatnya, cadangan kapasitas produksi (spare capacity: kemampuan menaikkan produksi dengan cepat saat dibutuhkan) menjadi sangat terbatas untuk menutup kekurangan minyak yang biasanya melewati Hormuz. Laporan stok mingguan API dan EIA yang akan datang menjadi sangat penting. Laporan EIA minggu lalu, untuk pekan yang berakhir 27 Februari 2026, sudah menunjukkan penurunan stok tak terduga sebesar 2,8 juta barel (draw: stok berkurang), menandakan pasar lebih ketat dari perkiraan. Jika penurunan stok besar berlanjut, itu menguatkan adanya kekurangan pasokan dan bisa mendorong harga lebih tinggi. Perhatikan juga selisih harga antara Brent dan WTI. Brent lebih langsung terdampak gangguan pasokan Timur Tengah, sehingga selisih Brent-WTI (spread: perbedaan harga) diperkirakan melebar dari rata-rata $5 pada Januari–Februari 2026. Selisih yang melebar ini bisa menjadi peluang transaksi tersendiri, terpisah dari arah naik-turun harga minyak secara umum.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code