Prospek Euro dan Kebijakan ECB
Lagarde juga mengatakan kegiatan ekonomi bisa terbantu oleh naiknya pendapatan tenaga kerja (penghasilan dari pekerjaan) di pasar kerja yang tetap kuat. Ia menyebut meningkatnya belanja pertahanan, infrastruktur, dan teknologi digital sebagai faktor yang dapat mendukung kegiatan ekonomi. Pasangan ini juga bisa dipengaruhi pergerakan Pound Sterling, karena makin besar perkiraan Bank of England (BoE) akan menurunkan suku bunga setelah data ketenagakerjaan Inggris melemah dan tekanan inflasi mereda. Nada Sterling juga dipengaruhi kekalahan Partai Labour pada pemilihan sela Gorton dan Denton, menjelang pemilu Mei di Skotlandia, Wales, dan beberapa dewan di Inggris. Jika melihat kembali pandangan ini dari awal 2025, kita bisa melihat perkiraan Euro yang lebih kuat terhadap Pound sebagian besar benar. Perbedaan kebijakan yang diharapkan antara ECB yang berhati-hati dan BoE yang lebih condong menurunkan suku bunga benar-benar terjadi sepanjang tahun lalu. Hal ini mendorong nilai tukar EUR/GBP dari area 0,8770 ke level saat ini sekitar 0,8950. BoE melakukan penurunan suku bunga pertamanya pada Agustus 2025 dan disusul penurunan lagi pada November, sebagai respons terhadap inflasi Inggris yang turun lebih cepat dari perkiraan hingga ke 2,1% saat ini. Data pekerjaan yang lebih lemah sepanjang paruh kedua 2025, dengan tingkat pengangguran naik ke 4,5%, memberi alasan bagi BoE untuk bertindak. Ketidakstabilan politik setelah hasil buruk Labour dalam pemilu lokal Mei 2025 juga menekan Sterling.Perbedaan Kebijakan ECB dan BoE
Sebaliknya, ECB menahan suku bunga utamanya di 3,50% karena inflasi inti Zona Euro (inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga yang mudah naik-turun seperti energi dan makanan) tetap sulit turun, tercatat 2,8% pada data terbaru Januari 2026. Kekhawatiran Lagarde tahun lalu tentang tekanan harga karena upah memang terbukti, sehingga bank sentral mempertahankan sikap ketat (kebijakan yang menahan inflasi dengan suku bunga tinggi). Selisih suku bunga (perbedaan tingkat suku bunga antar bank sentral) menjadi pendorong utama penguatan Euro. Karena pasangan ini sekarang diperdagangkan di level tertinggi beberapa bulan, kita perlu berhati-hati untuk terus mengejar tren ini. Data penjualan ritel Jerman terbaru, yang dirilis pagi ini, menunjukkan penurunan mengejutkan 1,2% dibanding bulan sebelumnya (perubahan dari bulan lalu), memberi sinyal kebijakan ketat ECB mungkin mulai memengaruhi ekonomi terbesar di kawasan tersebut. Ini bisa menjadi tanda awal bahwa sikap keras ECB (tetap menahan kebijakan ketat) mungkin segera diuji. Bagi pedagang derivatif (produk turunan dari aset, misalnya opsi), ini menunjukkan dorongan naik EUR/GBP mungkin mendekati habis tenaga. Kita bisa mempertimbangkan membeli opsi put EUR/GBP out-of-the-money (opsi jual dengan harga patokan yang masih jauh dari harga sekarang) dengan tanggal jatuh tempo Mei 2026 untuk lindung nilai (mengurangi risiko) terhadap potensi pembalikan arah jika pasar mulai memperkirakan ECB akan lebih mudah menurunkan suku bunga. Volatilitas tersirat yang rendah (perkiraan pasar tentang besar-kecilnya pergerakan harga ke depan) membuat ini relatif murah untuk melindungi dari koreksi turun menuju level dukungan 0,8800 (area harga yang sering menahan penurunan). Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.