Tekanan terkait energi mendorong EUR/USD naik pada akhir perdagangan sesi Asia, namun pasangan ini masih turun sekitar 0,25% di dekat 1,1780.

    by VT Markets
    /
    Mar 2, 2026
    EUR/USD memulihkan sebagian penurunan awalnya pada perdagangan Asia menjelang akhir hari Senin, tetapi masih turun 0,25% di sekitar 1,1780. Euro melemah lebih awal karena pasar beralih ke aset “aman” (safe haven, yaitu aset yang biasanya dicari saat pasar tegang untuk mengurangi risiko) setelah konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat mulai terjadi pada akhir pekan. Serangan udara dan laporan serangan terhadap kapal tanker di Selat Hormuz mendorong harga minyak naik, yang mengarah pada biaya energi yang lebih tinggi ke depan. Ini biasanya menekan Zona Euro, karena wilayah ini sangat bergantung pada minyak impor untuk kebutuhan energi.

    Data Inflasi Zona Euro Jadi Sorotan

    Perhatian tertuju pada data awal Harmonised Index of Consumer Prices (HICP) Zona Euro untuk Februari, yang akan dirilis Selasa. HICP adalah indeks harga konsumen yang “diseragamkan” agar data inflasi antarnegara Uni Eropa bisa dibandingkan. Rilis ini dapat memengaruhi perkiraan kebijakan Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB, bank sentral yang mengatur kebijakan uang di Zona Euro), setelah data cepat (flash, yaitu perkiraan awal sebelum data final) HICP Jerman naik 2% secara tahunan (year on year, dibanding periode yang sama tahun lalu), di bawah perkiraan dan turun dari 2,1%. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) melepas sebagian kenaikan sebelumnya tetapi masih naik 0,23% di sekitar 97,85 dalam kondisi risk-off (risk-off berarti pasar cenderung menghindari risiko dan memilih aset yang lebih aman). Pasar juga memantau data tenaga kerja AS minggu ini, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP, laporan jumlah pekerjaan baru di luar sektor pertanian), sementara ISM Manufacturing PMI AS untuk Februari dijadwalkan pada 15:00 GMT pada Senin. PMI adalah indeks yang mengukur kondisi aktivitas pabrik; angka lebih tinggi biasanya berarti industri membaik. Dengan pecahnya konflik secara tiba-tiba, terlihat pola klasik “lari ke aset aman” ke Dolar AS. Fokus langsungnya adalah volatilitas (volatility, yaitu tingkat cepat-lambat dan besar-kecilnya perubahan harga), karena pergerakan tajam kemungkinan terjadi akibat berita dari Timur Tengah. Membeli opsi (options, instrumen yang memberi hak—bukan kewajiban—untuk membeli/menjual pada harga tertentu), seperti straddle atau strangle pada EUR/USD, bisa menjadi cara untuk meraih untung dari perubahan harga besar ke dua arah. Straddle berarti membeli opsi beli dan opsi jual pada harga strike yang sama; strangle mirip tetapi strike-nya berbeda. Tekanan dasar (fundamental) pada Euro terlihat jelas, mengingat serangan terhadap tanker di Selat Hormuz. Kita ingat bagaimana krisis energi 2022 sangat menekan ekonomi Zona Euro, dan karena blok ini masih mengimpor lebih dari 90% minyak mentahnya, situasinya tampak mirip. Ini membuat posisi bearish pada Euro (bearish berarti bertaruh harga akan turun), misalnya melalui membeli put options (opsi jual, yaitu opsi untuk menjual), menjadi strategi utama untuk beberapa minggu ke depan.

    Permintaan Dolar sebagai Aset Aman Menguat

    Indeks Dolar AS yang bergerak menuju 98 menegaskan perannya sebagai aset aman utama saat terjadi perang. Lokasi konflik penting, karena sekitar seperlima pasokan minyak harian dunia melewati Selat Hormuz, sehingga ini menjadi masalah energi global. Risiko luas ini menopang kekuatan dolar terhadap mata uang seperti Euro. Namun, data inflasi Zona Euro besok perlu dipantau ketat karena bisa memicu pembalikan arah jangka pendek. Angka inflasi Jerman terbaru lebih rendah dari perkiraan, dan jika data Zona Euro yang lebih luas menegaskan tren penurunan inflasi (disinflationary trend, yaitu inflasi masih ada tetapi lajunya melambat), itu akan memperkuat alasan bearish untuk Euro. Namun, jika angka inflasi ternyata jauh lebih tinggi, ini bisa memicu kenaikan tajam sementara (rally, yaitu kenaikan cepat dalam waktu singkat). Di sisi AS, data manufaktur hari ini dan laporan NFP minggu ini menjadi makin penting. Laporan pekerjaan yang kuat akan memperkuat narasi “ekonomi AS sebagai tempat aman” dan kemungkinan mendorong EUR/USD turun. Sebaliknya, tanda-tanda pelemahan pada data AS bisa sementara menahan kenaikan dolar dan memberi titik keluar untuk transaksi jangka pendek.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code