Ketahanan AS Versus Kerentanan Kawasan Euro
Commerzbank mengatakan pasar mungkin memperkirakan ekonomi AS lebih mampu menghadapi guncangan minyak dibanding kawasan euro. Bank itu menambahkan bahwa Federal Reserve (bank sentral AS) bisa merespons inflasi akibat minyak dengan kenaikan suku bunga yang lebih besar dibanding ECB/Bank Sentral Eropa, yang mungkin menghadapi pertumbuhan yang lebih lemah. Commerzbank mengatakan ada risiko AS dan sekutunya terseret ke perang yang lebih lama. Bank itu mencatat bahwa penyumbatan Selat Hormuz yang berkepanjangan (jalur pelayaran penting untuk pengiriman minyak) bisa memicu guncangan harga minyak yang bertahan lama, mirip seperti setelah invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Commerzbank menyebut Brent (patokan harga minyak dunia) naik dari sekitar USD 100 per barel menjadi hampir USD 140 saat itu. Bank itu juga menyebut EUR/USD turun dari sekitar 1,13 pada Februari ke serendah 0,95 pada September, sebelum harga minyak mulai turun sejak pertengahan tahun. Dengan konflik yang meningkat di Timur Tengah, risiko guncangan pasokan minyak makin besar, yang mendukung dolar lebih kuat terhadap euro. Brent sudah melonjak melewati $115 per barel dalam dua minggu terakhir, sehingga prospek EUR/USD menjadi jelas negatif. Pasar makin memasukkan risiko gangguan pasokan energi global yang berkepanjangan ke dalam harga.Implikasi Trading untuk EUR/USD
Karena Amerika Serikat adalah pengekspor minyak bersih, kenaikan harga minyak memperbaiki terms of trade (rasio harga ekspor dibanding impor) dan menguatkan nilai dolar riil efektif (nilai dolar terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang setelah memperhitungkan inflasi). Sebaliknya, kawasan euro adalah pengimpor energi bersih, artinya biaya minyak yang lebih tinggi melemahkan ekonomi dan mata uangnya. Data akhir 2025 dari Eurostat (badan statistik Uni Eropa) mengonfirmasi ketergantungan impor energi kawasan itu tetap di atas 60%, menegaskan kerentanan ini. Guncangan harga minyak menjadi beban bagi ekonomi mana pun, tetapi Commerzbank menilai ekonomi AS akan lebih tahan dibanding kawasan euro. Pandangan ini didukung data terbaru yang menunjukkan pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto/ukuran total output ekonomi) AS yang kuat pada kuartal terakhir 2025, berbanding terbalik dengan PMI manufaktur (survei aktivitas sektor pabrik; angka lebih rendah berarti aktivitas melambat) di zona euro yang melambat pada Februari. Perbedaan ini menunjukkan AS lebih mampu menyerap dampaknya. Dinamika ini berarti Federal Reserve bisa merespons inflasi akibat minyak dengan kenaikan suku bunga yang lebih agresif dibanding Bank Sentral Eropa. ECB harus lebih hati-hati, menyeimbangkan inflasi dengan ekonomi yang melemah. Komentar terbaru pejabat The Fed tetap bernada hawkish (cenderung mendukung suku bunga lebih tinggi untuk menahan inflasi), sementara anggota ECB makin khawatir tentang perlambatan industri. Konflik yang berkepanjangan bisa menutup jalur pelayaran utama untuk waktu lama, sehingga memicu guncangan harga minyak yang berkepanjangan. Dalam situasi ini, trader dapat mempertimbangkan posisi untuk EUR/USD yang lebih lemah. Membeli opsi put pada euro (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya untung jika harga turun) atau membuat bear put spread (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain pada strike lebih rendah untuk menekan biaya, dengan potensi untung jika harga turun) bisa menjadi strategi untuk memanfaatkan potensi penurunan dalam beberapa minggu ke depan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.