Pound Sterling melemah mendekati 1,3400 seiring konflik Timur Tengah memicu penghindaran risiko, mendorong penguatan Dolar AS

    by VT Markets
    /
    Mar 2, 2026
    GBP/USD turun sekitar 0,49% pada hari Senin karena minat terhadap aset berisiko melemah di tengah konflik Timur Tengah yang melibatkan AS dan Israel melawan Iran. Permintaan aset *safe-haven* (aset “tempat berlindung” yang biasanya dicari saat pasar takut, misalnya Dolar AS dan obligasi pemerintah AS) mendukung Dolar AS selama sesi perdagangan, sehingga menekan pasangan mata uang ini.

    Penghindaran Risiko Mendorong Dolar Menguat

    Saat artikel ini ditulis, GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3400. Konflik Timur Tengah memicu perpindahan jelas ke aset yang lebih aman. Ini menguntungkan Dolar AS. Turunnya GBP/USD menuju level 1,3400 mencerminkan suasana pasar yang menghindari risiko (*risk-averse*, artinya investor mengurangi posisi pada aset berisiko). Tekanan ini kemungkinan berlanjut selama ketegangan geopolitik (risiko terkait konflik antarnegara) tetap tinggi. Indeks Dolar AS (DXY, ukuran kekuatan Dolar AS terhadap beberapa mata uang utama) naik melewati 106,00 dalam dua minggu terakhir Februari. Ini menunjukkan permintaan Dolar AS yang luas. Jadi ini bukan hanya karena pound melemah; ini juga pergeseran global ke aset AS yang dianggap lebih aman. Tren ini membuat posisi *short* GBP/USD (bertaruh harga akan turun) menjadi ramai, tetapi masih masuk akal. Untuk trader derivatif (instrumen turunan seperti opsi dan *futures*, nilainya mengikuti pergerakan aset utama), ini berarti *implied volatility* naik. *Implied volatility* adalah perkiraan pasar tentang seberapa besar harga bisa berayun di masa depan, biasanya tercermin dalam harga opsi. Ukuran satu bulan untuk GBP/USD baru-baru ini melonjak dari 8% ke hampir 12%. Ini membuat membeli opsi lebih mahal, dan juga menandakan pasar memperkirakan pergerakan harga yang besar. Biaya *premium* (biaya yang dibayar untuk membeli opsi) yang lebih tinggi perlu diperhitungkan saat membuka posisi baru.

    Strategi Derivatif Dan Volatilitas

    Situasi makin berat karena kondisi dalam negeri Inggris. Laporan inflasi terbaru untuk Januari sebesar 2,5%, sedikit di atas perkiraan. Ini menempatkan Bank of England (bank sentral Inggris) pada posisi sulit: sulit mendukung ekonomi tanpa mendorong kenaikan harga lebih lanjut. Kelemahan ini membuat pound lebih rentan saat Dolar AS menguat. Dampak konflik juga terlihat di pasar komoditas (barang mentah seperti minyak), dengan minyak Brent (patokan harga minyak global) melonjak mendekati $98 per barel. Kenaikan tajam harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi global dan biasanya lebih merugikan negara pengimpor energi seperti Inggris dibandingkan AS. Ini menambah dukungan bagi Dolar AS dibandingkan pound. Kita pernah melihat pola yang mirip, meski tidak separah ini, saat kepanikan pasar obligasi Portugal pada Oktober 2025, ketika GBP/USD cepat turun karena investor mencari perlindungan. Kondisi saat ini terasa seperti versi yang lebih besar dari kejadian itu, sehingga arah yang paling mungkin untuk pasangan ini adalah turun. Dengan latar seperti ini, membeli *put option* (opsi yang nilainya cenderung naik saat harga turun; dipakai untuk lindung nilai/hedging) untuk melindungi risiko penurunan di bawah 1,3400, atau membuat *put spread* (strategi memakai dua put untuk menekan biaya) patut dipertimbangkan dengan serius.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code