Michael Wan dari MUFG memperingatkan bahwa lonjakan harga minyak yang dipicu oleh Iran dapat melemahkan mata uang Asia, terutama won Korea (KRW), rupee India (INR), dan peso Filipina (PHP).

    by VT Markets
    /
    Mar 3, 2026
    MUFG mengatakan lonjakan harga minyak yang bertahan lama dan terkait konflik Iran bisa melemahkan sebagian besar mata uang Asia karena banyak negara di kawasan ini masih menjadi *pengimpor bersih* minyak (lebih banyak membeli minyak dari luar negeri daripada menjual). MUFG menyebut KRW (Won Korea), INR (Rupee India), dan—dalam tingkat lebih kecil—PHP (Peso Filipina) bisa lebih terdampak, sementara CNH (Yuan Tiongkok versi pasar luar negeri) dan MYR (Ringgit Malaysia) bisa lebih tahan. MUFG memperkirakan inflasi CPI (*Consumer Price Index*, ukuran kenaikan harga barang/jasa yang dibeli rumah tangga) di Asia bisa naik sekitar 0,1–0,9 poin persentase jika harga minyak tinggi berlanjut. MUFG mengatakan Thailand, Vietnam, Filipina, dan Korea Selatan paling sensitif terhadap kenaikan harga minyak.

    Bank Sentral Asia Dan Waktu Kebijakan

    MUFG mengatakan bank sentral di Asia kemungkinan tidak akan menaikkan suku bunga hanya karena risiko ini, tetapi inflasi terkait minyak yang lebih rendah dan ketidakpastian bisa memengaruhi waktu kebijakan. MUFG mengatakan pemangkasan suku bunga bisa tertunda di Filipina dan Indonesia, dan peluang pemangkasan bisa turun di India dan Korea Selatan. MUFG mengatakan *FX forward curves* (kurva harga nilai tukar “kontrak berjangka/forward”, yaitu harga kurs untuk penukaran mata uang di tanggal mendatang) bisa menjadi lebih curam di beberapa pasar Asia karena *risk premia* (tambahan “biaya” yang diminta pasar karena risiko meningkat). MUFG menambahkan JPY (Yen Jepang) bisa lebih kuat dalam waktu dekat, sementara AUD (Dolar Australia) bisa lebih lemah. Dengan kontrak berjangka Brent (patokan harga minyak dunia) kini menembus $95 per barel karena risiko politik global meningkat, lonjakan harga yang bertahan lama akan menekan mata uang Asia. Kawasan ini didominasi pengimpor bersih minyak, sehingga langsung memperburuk neraca perdagangan (selisih nilai ekspor dan impor). Pola ini pernah terjadi, tetapi kondisi pasar yang rapuh membuat dampaknya lebih berat. Kami menilai pelaku pasar perlu mengantisipasi pelemahan Won Korea, Rupee India, dan Peso Filipina. Inflasi Korea Selatan pada Februari tercatat tinggi di 3,2%, dan India masih menghadapi inflasi di atas 5%, sehingga ekonomi mereka sensitif terhadap kenaikan biaya energi. Mata uang ini paling rentan karena ketergantungan tinggi pada impor minyak dan—untuk Won—karakternya *high-beta* (lebih mudah naik-turun tajam saat sentimen risiko berubah).

    Ketahanan Relatif CNH Dan MYR

    Sebaliknya, Yuan Tiongkok dan Ringgit Malaysia diperkirakan relatif lebih tahan di kawasan. Malaysia adalah *pengekspor bersih* energi (lebih banyak menjual energi ke luar negeri daripada membeli), sehingga diuntungkan saat harga minyak naik, seperti terlihat dari laporan laba Petronas yang kuat tahun lalu. Akses Tiongkok ke minyak Rusia dengan harga lebih murah memberi bantalan yang membantu ekonominya tidak terlalu terpukul oleh lonjakan harga global. Guncangan harga minyak ini kecil kemungkinan membuat bank sentral menaikkan suku bunga, tetapi dapat menunda pemangkasan. Saat ini, kami menilai pemangkasan di Filipina dan Indonesia makin jauh, dan peluang pemangkasan di India dan Korea Selatan turun besar. Risalah Bank of Korea (catatan rapat kebijakan) minggu lalu sudah menunjukkan sikap lebih hati-hati bahkan sebelum kenaikan minyak terbaru ini. Untuk *derivatives* (instrumen turunan, yaitu produk keuangan yang nilainya mengikuti aset lain seperti mata uang), kami memperkirakan kurva forward FX makin curam, khususnya untuk INR dan KRW. Ini mencerminkan naiknya biaya *hedging* (lindung nilai, yaitu cara mengurangi risiko perubahan kurs) dan meningkatnya *risk premia* yang masuk ke harga pasar. Pelaku pasar perlu siap menghadapi volatilitas (naik-turun harga) yang lebih tinggi dan *bid-ask spread* (selisih harga beli dan harga jual) yang lebih lebar pada pasangan mata uang ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code