Pada Januari, tingkat pengangguran Jepang mencapai 2,7%, sedikit melampaui perkiraan 2,6% di tengah pergeseran pasar tenaga kerja.

    by VT Markets
    /
    Mar 3, 2026
    Tingkat pengangguran Jepang adalah 2,7% pada Januari. Perkiraan pasar adalah 2,6%. Ini berarti angkanya 0,1 poin persentase lebih tinggi dari perkiraan. Tidak ada angka tambahan dalam laporan.

    Pasar Tenaga Kerja Jepang Sedikit Melunak

    Tingkat pengangguran Januari sedikit lebih tinggi dari perkiraan, yakni 2,7%. Ini tanda kecil namun penting bahwa pasar tenaga kerja Jepang mungkin mulai kehilangan tenaga. Data ini saja bukan kejutan besar, tetapi menambah cerita bahwa ekonomi sedang mendingin. Kami menilai ini mendukung sikap hati-hati Bank of Japan (bank sentral Jepang) soal kebijakan moneter (pengaturan suku bunga dan jumlah uang beredar). Data tenaga kerja yang lebih lemah ini membuat peluang Bank of Japan untuk memperketat kebijakan (menaikkan suku bunga atau mengurangi stimulus) dalam waktu dekat menjadi lebih kecil. Sepanjang 2025 sempat sering dibicarakan “normalisasi kebijakan” (mengembalikan kebijakan dari sangat longgar menjadi lebih netral), tetapi angka ini memberi alasan jelas bagi pembuat kebijakan untuk menunggu. Ini memperkuat pandangan bahwa suku bunga akan bertahan dekat nol untuk waktu yang lama. Data terbaru Februari 2026 menunjukkan inflasi inti (inflasi yang biasanya tidak memasukkan harga makanan dan energi yang mudah naik-turun) turun ke 1,8%, masih di bawah target 2% bank sentral selama dua bulan berturut-turut. Ini sejalan dengan data pertumbuhan upah terbaru yang, setelah sempat naik sebentar di akhir 2025, kini berhenti di kenaikan tahunan 1,2%. Pasar kerja yang lebih lemah, upah yang tidak naik, dan inflasi rendah menjadi alasan kuat untuk meneruskan pelonggaran moneter (kebijakan untuk mendorong ekonomi, misalnya suku bunga rendah atau pembelian aset). Dengan pandangan ini, kami mempertimbangkan strategi yang diuntungkan jika Yen Jepang melemah dalam beberapa minggu ke depan. Bank sentral yang dovish (cenderung mendukung kebijakan longgar, misalnya suku bunga rendah) biasanya menekan nilai mata uangnya. Ini dapat membuat aset luar negeri terlihat lebih menarik. Karena itu, kami melihat peluang membeli opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) pada pasangan USD/JPY (nilai dolar AS terhadap yen Jepang), dengan target pergerakan ke level 155.

    Dampak untuk Yen, Nikkei, dan Opsi

    Untuk indeks Nikkei 225, kondisi ekonomi ini justru bisa mendukung. Yen yang lebih lemah membantu perusahaan besar Jepang yang banyak mengekspor, karena nilai laba dari luar negeri menjadi lebih besar saat ditukar kembali ke yen. Ini dapat menahan penurunan indeks, meski kabar ekonomi dalam negeri kurang bagus. Pola ini terlihat pada 2022–2024, saat pelemahan yen sering diikuti penguatan pasar saham. Saat itu, kami melihat bahwa setiap yen melemah sekitar 3% secara bertahan terhadap dolar, Nikkei 225 sering naik lebih dari 2% pada bulan berikutnya. Kami memperkirakan hubungan terbalik (satu naik, yang lain turun) antara mata uang dan indeks saham ini tetap kuat. Dengan rapat kebijakan Bank of Japan dijadwalkan akhir bulan ini, kami memperkirakan volatilitas tersirat (perkiraan besar-kecilnya pergerakan harga di masa depan yang tercermin dalam harga opsi) pada opsi terkait yen akan naik. Kondisi ini bisa membuat strategi menjual put out-of-the-money (opsi jual dengan harga kesepakatan yang masih jauh dari harga sekarang) pada USD/JPY menarik untuk mendapat premi (biaya yang diterima penjual opsi). Posisi ini untung jika yen tidak menguat banyak, sesuai pandangan utama kami.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code