Perbedaan Kebijakan Jadi Sorotan
Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan kepada Komite Keuangan Parlemen minggu lalu bahwa masih ada ruang untuk penurunan suku bunga, karena inflasi diperkirakan kembali ke target 2%. Gubernur Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) Kazuo Ueda berkata Kamis lalu bahwa sikap bank adalah terus menaikkan suku bunga jika perkiraan ekonomi dan harga mereka tercapai. Ketegangan geopolitik mendukung permintaan Yen Jepang sebagai mata uang “safe haven” (aset yang biasanya dicari saat pasar tidak pasti), sehingga menambah tekanan pada GBP/JPY. Namun, inflasi inti konsumen Tokyo (ukuran inflasi yang mengabaikan komponen yang sangat fluktuatif seperti makanan segar) turun di bawah target 2% BoJ untuk pertama kalinya sejak 2024, menurut data yang dirilis Jumat lalu. Laporan juga menyebut Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyampaikan keraguan soal pengetatan lebih lanjut dalam pertemuan dengan gubernur BoJ. Ini menurunkan perkiraan kenaikan suku bunga dalam waktu dekat dan membatasi penguatan yen.Strategi Trading Dan Manajemen Risiko
Ketidakstabilan politik yang melemahkan Pound tahun lalu masih berlanjut, sehingga kondisi untuk mata uang ini tetap sulit. Dengan data terbaru menunjukkan PDB Inggris (Gross Domestic Product/produk domestik bruto, ukuran total output ekonomi) turun 0,1% pada kuartal terakhir 2025, pasar kini memperkirakan peluang 60% untuk penurunan suku bunga BoE lagi pada Juni. Kelemahan ini membuat trader bisa mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang nilainya naik saat harga turun) untuk melindungi diri dari penurunan lebih jauh di bawah level penting 205,00. Di sisi lain, Yen Jepang terus mendapat dukungan dari ketegangan geopolitik dan bank sentral yang “hawkish” (cenderung menaikkan suku bunga untuk menahan inflasi). Inflasi inti Tokyo untuk Februari 2026 naik tak terduga ke 2,1%, sehingga meningkatkan tekanan pada BoJ untuk memberi sinyal kenaikan suku bunga lagi pada kuartal kedua. Perbedaan arah kebijakan ini membuat posisi “short” pada futures GBP/JPY (kontrak berjangka untuk mendapat keuntungan saat harga turun) menarik untuk beberapa minggu ke depan. Volatilitas tersirat (perkiraan naik-turun harga yang tercermin dalam harga opsi) pada pasangan ini naik dari sekitar 9% pada pertengahan 2025 menjadi di atas 11% hari ini, mencerminkan keyakinan pasar yang makin kuat soal perbedaan kebijakan tersebut. Dalam kondisi ini, bear put spread (strategi opsi: membeli put dan menjual put lain pada harga yang berbeda untuk menekan biaya) bisa efektif untuk mengambil posisi penurunan sambil mengelola biaya opsi yang lebih mahal. Ini memungkinkan taruhan yang lebih terarah pada pelemahan GBP/JPY tanpa sepenuhnya terpapar pembalikan tajam yang tidak terduga.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.