Di tengah konflik Timur Tengah yang semakin memanas, investor mencari aset aman, mendorong Dolar AS menguat dan Pound turun ke 1,3300.

    by VT Markets
    /
    Mar 3, 2026
    Sterling turun ke sekitar 1,3300 terhadap Dolar AS selama sesi Amerika Utara pada hari Selasa, dengan GBP/USD di 1,3304, turun 0,73%. Indeks Dolar AS naik 0,78% ke 99,31 karena konflik Timur Tengah yang melibatkan AS, Israel, dan Iran meningkatkan permintaan untuk aset aman (instrumen yang biasanya dibeli saat pasar takut, seperti dolar AS), bersamaan dengan kekhawatiran inflasi (kenaikan harga) terkait harga minyak yang lebih tinggi. Utusan Iran untuk PBB mengatakan Teheran belum menghubungi AS mengenai kemungkinan pembicaraan damai, sementara sirene dilaporkan terdengar di Kuwait oleh Al Hadath. Dengan minimnya data ekonomi AS yang dirilis, perhatian beralih ke komentar Federal Reserve (bank sentral AS), termasuk Presiden The Fed New York John Williams, yang mengatakan kebijakan bisa dilonggarkan jika tekanan inflasi mereda dan target inflasi 2% tetap menjadi tujuan.

    Fed And Uk Outlook

    Presiden The Fed Kansas City Jeffrey Schmid mengatakan inflasi masih terlalu tinggi dan menunjuk pada jalur pertumbuhan yang kuat yang didukung kebijakan fiskal (kebijakan pemerintah soal belanja dan pajak). Di Inggris, Menteri Keuangan Rachel Reeves mengatakan pertumbuhan 2026 diperkirakan 1,1%, di bawah perkiraan Office for Budget Responsibility (lembaga independen Inggris yang membuat proyeksi anggaran dan ekonomi) sebesar 1,4%. Ekspektasi pemangkasan suku bunga untuk Bank of England (bank sentral Inggris) berubah, dengan pasar bergeser dari sekitar peluang 75% pada Jumat lalu menjadi 28%. Secara teknis, support (area harga yang sering menahan penurunan) berada dekat 1,3290, lalu 1,3200 dan 1,3100, sementara resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) sekitar 1,3400, 1,3498 dan 1,3550, dengan 1,37 di atasnya. Konflik Timur Tengah yang semakin memanas memicu “flight to safety” (perpindahan dana ke aset yang dianggap lebih aman), memperkuat dolar AS terhadap mata uang lain. Ketakutan risiko yang kuat ini mendorong kekhawatiran inflasi yang terkait komoditas, karena kontrak berjangka Brent (harga patokan minyak mentah; kontrak berjangka adalah perjanjian jual-beli pada harga tertentu untuk waktu mendatang) melonjak lebih dari 4% hingga menembus $90 per barel dalam sesi perdagangan terbaru. Untuk saat ini, ketegangan geopolitik ini menjadi faktor utama bagi pasar. Lingkungan ini membuat kami memandang GBP/USD cenderung turun, karena kini telah menembus di bawah level penting 1,3300. Kami mempertimbangkan membeli opsi put (kontrak yang memberi hak untuk menjual pada harga tertentu; biasanya dipakai untuk untung saat harga turun) untuk mendapatkan peluang saat harga turun sambil membatasi risiko maksimum di pasar yang tidak stabil ini. Penembusan garis tren jangka panjang (garis pada grafik yang menunjukkan arah pergerakan harga) memberi sinyal pelemahan lanjutan menuju 1,3200 sangat mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

    Options Volatility And Strategy

    Kita perlu waspada karena volatilitas tersirat (perkiraan volatilitas dari harga opsi; volatilitas adalah besar-kecilnya naik turun harga) meningkat, sehingga opsi menjadi lebih mahal dibanding bulan lalu. Volatilitas tersirat satu bulan pada GBP/USD melonjak ke atas 9,5%, level yang belum terlihat sejak gejolak pasar pada 2025. Ini berarti meski put memberi perlindungan, biayanya (premi; harga yang dibayar untuk membeli opsi) lebih tinggi, sehingga butuh pergerakan harga yang cukup besar agar bisa untung. Turunnya peluang pemangkasan suku bunga Bank of England, kini menjadi hanya 28%, sepenuhnya diabaikan pasar. Walau BoE yang lebih hawkish (lebih condong menaikkan/menahan suku bunga agar inflasi turun) biasanya mendukung Pound, status dolar sebagai safe haven (aset yang dicari saat krisis) jauh lebih kuat. Dengan inflasi Inggris akhir 2025 masih “lengket” di 3,9% (sulit turun cepat), saat kondisi pasar kembali normal perbedaan arah kebijakan ini bisa kembali berpengaruh. Kami pernah melihat pola ini saat peristiwa risk-off (saat investor menghindari risiko) yang tajam pada awal 2020, ketika Indeks Dolar (DXY; ukuran kekuatan dolar terhadap sekeranjang mata uang utama) naik agresif. Dorongan DXY saat ini menuju level 100,00 menunjukkan pergerakan ini masih bisa berlanjut jika ketegangan tidak cepat mereda. Karena itu, menjual opsi call (kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu; biasanya untung saat harga naik) atau membuat call spread (strategi opsi dengan menggabungkan beli dan jual call untuk membatasi untung-rugi) pada GBP/USD di sekitar area resistance 1,3450–1,3500 bisa menjadi strategi yang masuk akal untuk membatasi potensi kenaikan. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code