Di tengah konflik Iran, Dolar AS menguat, mengangkat USD/JPY mendekati 157,77, level tertinggi sejak 23 Januari.

    by VT Markets
    /
    Mar 4, 2026
    USD/JPY naik pada hari Selasa karena penguatan Dolar AS secara luas menekan Yen Jepang. Pasangan ini diperdagangkan di sekitar 157,77, level tertinggi sejak 23 Januari. Ketegangan di Timur Tengah yang terkait konflik AS-Iran meningkatkan permintaan Dolar AS sebagai *safe-haven* (aset “tempat berlindung” yang biasanya dicari saat pasar tidak pasti). Situasi ini juga memicu kekhawatiran inflasi (kenaikan harga) karena ketakutan gangguan pasokan melalui Selat Hormuz mendorong harga minyak naik.

    Ketegangan Timur Tengah Mendorong Aliran Dana ke Aset Aman

    Jepang, sebagai importir energi besar, berisiko terkena dampak biaya minyak yang lebih tinggi. Harga energi yang naik dapat menambah inflasi dan menekan kegiatan ekonomi. Trader (pelaku pasar) meninjau ulang perkiraan kebijakan bank sentral karena risiko inflasi meningkat. Reuters, mengutip tiga sumber, melaporkan bahwa semakin sulit bagi Bank of Japan (BoJ/bank sentral Jepang) untuk menaikkan suku bunga saat pembuat kebijakan menilai krisis baru ini. Di AS, pasar sudah sepenuhnya memperkirakan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS) akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Maret dan April. Peluang pemangkasan 25 *basis point* (0,25%) pada Juni turun menjadi 28,1% dari 42,8% seminggu sebelumnya, menurut CME FedWatch Tool (alat yang memperkirakan peluang keputusan suku bunga The Fed berdasarkan harga pasar). Pejabat Jepang mengatakan mereka memantau pelemahan yen. Menteri Keuangan Satsuki Katayama mengatakan mereka mengawasi pasar dengan “rasa urgensi yang sangat kuat.”

    Risiko Utama terhadap Pandangan Dolar Yen yang Bullish

    Perhatian kini beralih ke data AS yang rilis minggu ini, termasuk ADP Employment Change (perkiraan perubahan jumlah tenaga kerja versi ADP/perusahaan penggajian) dan ISM Services PMI (indeks yang mengukur kondisi sektor jasa; angka lebih tinggi umumnya berarti aktivitas membaik) pada Rabu. Nonfarm Payrolls (NFP/data pekerjaan AS di luar sektor pertanian) dan Retail Sales (penjualan ritel/ukuran belanja konsumen) akan rilis pada Jumat. Kami melihat Dolar AS menguat terhadap Yen Jepang karena konflik yang meningkat di Timur Tengah, mendorong pasangan ini ke arah 158,00. Kenaikan ini didorong daya tarik dolar sebagai aset aman dan kenaikan harga minyak, yang langsung merugikan ekonomi Jepang. Ketegangan berkelanjutan mendorong harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI/jenis patokan harga minyak AS) naik lebih dari 12% dalam sebulan terakhir hingga hampir US$96 per barel, level yang tidak terlihat sejak akhir 2024. Tekanan biaya energi yang bertahan membuat BoJ sangat sulit mempertimbangkan kenaikan suku bunga. Kami menilai perbedaan kebijakan ini—BoJ yang cenderung menahan diri dibanding The Fed yang tetap bertahan pada suku bunga saat ini—akan menjadi pendorong utama USD/JPY dalam waktu dekat. Probabilitas pemangkasan suku bunga The Fed pada Juni kini turun di bawah 30%, menunjukkan perubahan sentimen pasar. Untuk beberapa minggu ke depan, membeli *call options* (opsi beli, yaitu kontrak yang memberi hak untuk membeli pada harga tertentu) pada USD/JPY dengan *strike price* (harga patokan dalam kontrak opsi) menargetkan kisaran 159,00 hingga 160,00 terlihat sebagai strategi yang masuk akal. Pendekatan ini memungkinkan kita memanfaatkan momentum naik sambil membatasi risiko. *Implied volatility* (perkiraan tingkat gejolak harga yang tersirat dari harga opsi) meningkat, tetapi cerita fundamentalnya mendukung membayar *premium* (biaya opsi) yang lebih tinggi. Namun, kita harus mewaspadai intervensi dari otoritas Jepang saat yen melemah. Kita ingat bagaimana mereka agresif membeli yen pada musim gugur 2022 ketika USD/JPY menembus 150, dan “rasa urgensi yang sangat kuat” dari pejabat menunjukkan mereka bisa bertindak lagi. Intervensi mendadak adalah risiko terbesar bagi pandangan yang optimistis ini. Data pekerjaan AS dan penjualan ritel minggu ini akan menjadi ujian penting bagi kekuatan dolar. Laporan NFP yang jauh lebih lemah dari perkiraan pada Jumat dapat memunculkan kembali harapan pemangkasan suku bunga The Fed lebih cepat dan menyebabkan penurunan tajam pada pasangan ini. Kita perlu siap menghadapi gejolak yang lebih tinggi di sekitar rilis data ekonomi penting ini.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code