Cara Menghitung Harga Emas Lokal
FXStreet menghitung harga emas lokal dengan mengubah harga internasional menggunakan kurs USD/PKR (nilai tukar Dolar AS terhadap Rupee Pakistan) dan satuan ukuran setempat. Angka ini diperbarui setiap hari menggunakan kurs pasar saat artikel diterbitkan, dan harga lokal bisa sedikit berbeda. Bank sentral (lembaga yang mengatur uang dan kebijakan suku bunga suatu negara) menyimpan emas paling banyak. Mereka menambah 1.136 ton senilai sekitar $70 miliar pada 2022, jumlah tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai, dengan negara berkembang seperti China, India, dan Turki menaikkan cadangan (simpanan) mereka. Emas sering bergerak berlawanan arah (korelasi terbalik) dengan Dolar AS dan US Treasuries (obligasi pemerintah AS), dan juga dapat bergerak berlawanan dengan aset berisiko (investasi yang harganya mudah turun saat pasar takut). Harga juga bisa bereaksi terhadap risiko geopolitik (ketegangan antarnegara), kekhawatiran resesi (pelemahan ekonomi), dan perubahan suku bunga, karena emas dihargai dalam Dolar AS (XAU/USD, kode harga emas terhadap Dolar AS). Kekuatan emas terlihat juga di Pakistan, karena harganya mencapai rekor baru dalam Rupee. Ini bukan terutama peristiwa lokal, melainkan dampak Dolar AS yang melemah dan kekhawatiran inflasi global (kenaikan harga umum) yang masih tinggi. Pendorong utamanya adalah pasar mengubah pandangan tentang kebijakan bank sentral.Implikasi Strategi untuk Investor
Setelah Federal Reserve (bank sentral AS) menahan suku bunga di atas 5% sepanjang 2025, pasar kini memperkirakan (memasukkan ke dalam harga) setidaknya dua kali penurunan suku bunga sebelum akhir tahun ini. Harapan ini membuat memegang aset yang tidak memberi bunga seperti emas menjadi lebih menarik dibanding obligasi pemerintah. Perubahan besar ini adalah alasan utama untuk tetap optimistis (bullish, perkiraan harga naik) dalam beberapa minggu ke depan. Dengan pandangan ini, kita bisa mempertimbangkan membeli call option (opsi beli, hak untuk membeli pada harga tertentu) pada kontrak futures emas (kontrak berjangka, kesepakatan beli/jual di masa depan) atau ETF emas besar (reksa dana yang diperdagangkan di bursa dan mengikuti harga emas), dengan target strike price (harga patokan dalam opsi) 5–7% di atas harga pasar saat ini. Untuk strategi yang lebih murah, bull call spread (gabungan dua opsi beli untuk membatasi biaya) akan membatasi premi awal (biaya opsi) yang dibayar. Ini langkah yang hati-hati karena implied volatility (perkiraan besar-kecilnya gerak harga yang tersirat dari harga opsi) naik setelah laporan tenaga kerja minggu lalu lebih lemah dari perkiraan. Kami juga mencatat pembelian bank sentral tetap tinggi tahun lalu, dengan World Gold Council (lembaga yang memantau pasar emas global) memastikan bahwa cadangan global naik lebih dari 950 ton pada 2025. Permintaan besar dan stabil dari pihak resmi ini memberi “lantai” harga yang kuat (penahan agar harga tidak mudah jatuh), karena membantu menyerap penurunan. Bank sentral negara berkembang khususnya terus mengurangi ketergantungan pada dolar (diversifikasi, menyebar risiko dengan menambah aset lain). Ketegangan geopolitik dan gesekan dagang yang berlanjut juga membuat permintaan aset aman (safe-haven, tempat berlindung saat pasar tidak pasti) untuk emas tetap ada. Jika pernyataan dan konflik antarblok ekonomi besar meningkat, investor cenderung beralih ke aset berwujud (tangible assets, aset fisik seperti emas). Ini menunjukkan bahwa meski cerita penurunan suku bunga melemah sementara, risiko penurunan harga emas kemungkinan terbatas. Korelasi terbalik dengan Dolar AS terlihat jelas, karena indeks DXY (indeks kekuatan Dolar AS terhadap sekeranjang mata uang) turun hampir 3% dari puncaknya bulan lalu. Bagi trader yang melihat harga dalam mata uang seperti Rupee Pakistan, efek ini makin besar karena pelemahan mata uang lokal terhadap dolar menambah kenaikan emas. Kami memperkirakan dua faktor pendukung ini akan berlanjut untuk waktu ke depan.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.