Danske Bank mengatakan inflasi zona euro, sedikit di bawah target namun di atas perkiraan, seharusnya membuat suku bunga ECB tetap tidak berubah di 2,00%

    by VT Markets
    /
    Mar 4, 2026
    Inflasi HICP (Indeks Harga Konsumen yang Diselaraskan) kawasan euro naik menjadi 1,9% dibanding tahun sebelumnya (year on year) pada Februari, dari 1,7% dan di atas perkiraan. Inflasi inti (core inflation, yaitu inflasi tanpa komponen yang sangat bergejolak seperti energi dan makanan) tercatat 2,4% year on year, lebih tinggi dari perkiraan konsensus 2,2%. Inflasi inti sektor jasa naik 0,4% dibanding bulan sebelumnya (month on month) setelah disesuaikan musiman (seasonally adjusted, yaitu angka yang sudah “dibersihkan” dari pola musiman), setelah turun 0,1% pada Januari. Suku bunga kebijakan (policy rate, yaitu suku bunga acuan bank sentral) diperkirakan tetap 2,00%, dengan inflasi masih sedikit di bawah target 2% ECB (Bank Sentral Eropa). Efek inflasi yang dikaitkan dengan Olimpiade Musim Dingin di Italia disebut sebagai salah satu faktor kejutan pada Februari.

    Prospek Inflasi Dan Penetapan Harga

    Inflasi kawasan euro diperkirakan 2,0% year on year pada Maret dan 2,2% pada kuartal 2 (Q2, yaitu tiga bulan kedua dalam setahun), terkait harga gas Eropa yang lebih tinggi. Penetapan harga di pasar berjangka (futures pricing, yaitu perkiraan pasar yang tercermin dari kontrak harga untuk masa depan) mengarah pada kenaikan singkat harga minyak dan gas Eropa. Rilis berikutnya mencakup data pengangguran Januari dan PMI final Februari. PMI (Purchasing Managers’ Index, indikator survei aktivitas bisnis) final diperkirakan menegaskan angka awal (flash reading, yaitu perkiraan cepat sebelum data final) yang menunjukkan pertumbuhan moderat.

    Suku Bunga, Pertumbuhan, Dan Strategi Pasar

    Dengan suku bunga kebijakan ECB kini 2,75%, pasar memperhitungkan peluang lebih besar untuk pengetatan lanjutan (tightening, yaitu kenaikan suku bunga/pengetatan kebijakan). Namun ini rumit karena PMI Komposit Zona Euro S&P Global terbaru turun ke 50,5, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi makin rapuh (angka sekitar 50 menandakan nyaris stagnan). Tingkat pengangguran hanya membaik tipis selama setahun, dari 6,2% menjadi 6,1% yang dilaporkan untuk Januari 2026. Karena benturan antara inflasi yang “lengket” (sticky inflation, yaitu sulit turun) dan pertumbuhan yang melambat, ketidakpastian tentang langkah ECB berikutnya tinggi. Trader dapat mempertimbangkan posisi yang diuntungkan dari ketidakpastian ini, seperti membeli volatilitas (volatility, yaitu besarnya naik-turun harga) pada instrumen suku bunga jangka pendek seperti futures Euribor (kontrak berjangka yang terkait suku bunga antarbank euro). Keputusan ECB jauh lebih sulit ditebak dibanding periode yang sama pada 2025. Dalam derivatif mata uang (currency derivatives, instrumen turunan seperti opsi yang nilainya mengikuti kurs), kondisi ini membuat opsi pada pasangan EUR/USD menarik. Strategi memakai opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) bisa menangkap potensi kenaikan jika ECB memberi kejutan hawkish (hawkish surprise, yaitu sikap lebih agresif melawan inflasi, cenderung mendukung mata uang). Pendekatan ini memungkinkan trader bersiap untuk euro yang lebih kuat, sementara premi terbatas (premium, biaya opsi) membatasi risiko bila kekhawatiran pertumbuhan menekan mata uang.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code