Dolar Didukung Guncangan Energi
Biaya energi juga membuat pasar menurunkan perkiraan akan adanya penurunan suku bunga Federal Reserve (bank sentral AS) lebih lanjut tahun ini. MUFG mengatakan hal ini memperkuat pandangan bahwa The Fed kemungkinan menahan suku bunga (tidak naik dan tidak turun) pada paruh pertama tahun ini. Posisi pasar juga bisa menambah dukungan, karena laporan IMM terbaru menunjukkan dana ber-leverage (dana yang memakai pinjaman untuk memperbesar ukuran transaksi) membangun posisi *short* USD sejak awal tahun. *Short* berarti bertaruh dolar akan turun. Posisi *short* ini berada di level tertinggi sejak Maret 2022, dan *short squeeze* (ketika pelaku yang *short* terpaksa membeli karena harga naik, sehingga harga makin naik) dapat menambah kenaikan dolar. MUFG memperkirakan kenaikan ini memudar mulai kuartal 2 2026. Proyeksinya mengasumsikan Operasi “Epic Fury” berlangsung beberapa minggu, bukan berbulan-bulan. Kenaikan tajam dolar, didorong guncangan energi dari “Operation Epic Fury,” menunjukkan peluang taktis untuk strategi *bullish* jangka pendek (strategi yang bertaruh harga akan naik). Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi *call* jangka dekat pada Indeks Dolar AS (kontrak yang memberi hak untuk membeli di harga tertentu; biasanya dipakai untuk memanfaatkan potensi kenaikan) atau mengambil posisi *long* pada kontrak berjangka USD (membeli kontrak untuk mendapat untung jika USD naik). Lonjakan harga minyak WTI (patokan harga minyak AS) di atas $95 per barel, level yang belum terlihat sejak akhir 2024, menjadi pendorong kuat bagi dolar.Short Squeeze Dan Transaksi Taktis
Biaya energi yang lebih tinggi memicu dorongan inflasi (kenaikan harga yang menyebar), memaksa pasar cepat mengubah perkiraan soal penurunan suku bunga The Fed. Bulan lalu, kontrak berjangka fed funds (kontrak yang mencerminkan perkiraan pasar atas suku bunga kebijakan The Fed) memperkirakan hampir 70% peluang pemangkasan suku bunga pada Juni, namun kini turun menjadi di bawah 25%. Perubahan ini membuat memegang dolar lebih menarik dan mendukung pandangan bahwa The Fed akan tetap menahan suku bunga sepanjang paruh pertama tahun ini. Kita juga melihat *short squeeze* klasik yang memperbesar kenaikan dolar. Posisi spekulatif *net short* (jumlah *short* dikurangi *long*) terhadap dolar membesar ke level tertinggi sejak kuartal 1 2022, sehingga transaksi ini menjadi padat dan rentan berbalik arah tiba-tiba. Pembelian paksa dari pelaku *short* yang panik menambah dorongan dan bisa mendorong indeks dolar menuju batas atas kisaran 100.00. Namun, kami menilai kekuatan ini sementara, dan trader perlu bersiap mengubah arah dalam beberapa minggu ke depan. Jika melihat lonjakan harga energi yang mirip pada 2022, reli dolar awalnya akhirnya memudar ketika pasar mulai memperhitungkan dampak ekonomi jangka panjang. Ini menunjukkan langkah yang hati-hati adalah mulai membangun posisi *bearish* (bertaruh harga akan turun) untuk jangka menengah, misalnya membeli opsi *put* (kontrak yang memberi hak untuk menjual di harga tertentu; biasanya dipakai saat memperkirakan harga turun) pada dolar untuk kuartal 2. Guncangan negatif *terms of trade* sangat menekan Eropa dan Jepang, melemahkan euro dan yen, sehingga *short* EUR/USD (bertaruh euro turun terhadap dolar) terlihat menarik saat ini. Saat kondisi geopolitik stabil—yang kami perkirakan terjadi dalam beberapa minggu—fokus akan kembali ke pertumbuhan ekonomi global. Ini dapat membalikkan kenaikan dolar, sehingga masuk akal mulai menjual saat dolar sedang kuat menjelang April.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.