WTI melemah dari kenaikan sebelumnya, bertahan di sekitar $74,32 setelah mencapai puncak $77,20, saat para pedagang mempertimbangkan ketegangan AS-Iran.

    by VT Markets
    /
    Mar 5, 2026
    WTI melemah pada hari Rabu setelah mencapai level tertinggi satu tahun dekat $77,20 pada hari Selasa, dan diperdagangkan di sekitar $74,32. Harga masih naik hampir 10% minggu ini karena para trader memantau konflik AS-Iran. Laporan New York Times menyebut para pelaku (operator) Iran menunjukkan keterbukaan untuk berunding guna mengakhiri perang. Arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz tetap terganggu, sehingga “premi risiko” (tambahan harga karena risiko gangguan pasokan) tetap melekat pada harga.

    Premi Risiko Selat Hormuz

    Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan mengawal kapal tanker (kapal pengangkut minyak) melalui Selat Hormuz jika diperlukan. Ia juga mengatakan AS akan memberi asuransi risiko politik (perlindungan finansial bila terjadi masalah karena situasi politik) bagi kapal yang melintasi Teluk untuk mendukung pengiriman energi. EIA (lembaga energi pemerintah AS yang merilis data pasar energi) melaporkan persediaan minyak mentah AS naik 3,475 juta barel minggu lalu, di atas perkiraan 2,2 juta barel. Kenaikan ini terjadi setelah kenaikan sebelumnya sebesar 15,989 juta barel. Pada grafik, WTI tetap dalam tren naik sejak titik rendah $54,88 pada 16 Desember, dengan puncak yang makin tinggi dan titik rendah yang juga makin tinggi. RSI (indikator yang menilai apakah harga sudah terlalu cepat naik atau turun) berada dekat 77, dan MACD (indikator untuk melihat arah tren dan momentum) tetap di atas garis sinyalnya dengan histogram (batang yang menunjukkan kekuatan momentum) yang meningkat. Resistance (area harga yang sering menahan kenaikan) berada dekat $77,20, lalu $79,00–$80,00, termasuk $79,37 dari 15 Januari 2025, dengan $85,00 di atasnya. Support (area harga yang sering menahan penurunan) terlihat di $69,00–$70,00, lalu SMA 21 hari (rata-rata bergerak sederhana 21 hari, ukuran tren jangka pendek) dekat $65,86 dan SMA 50 hari (rata-rata bergerak sederhana 50 hari, ukuran tren menengah) sekitar $62,30.

    Posisi Opsi Dan Level Kunci

    Kita mengingat ketegangan awal 2025 ketika konflik AS-Iran mendorong WTI ke level tertinggi satu tahun dekat $77. Pasar digerakkan oleh kekhawatiran gangguan pasokan di Selat Hormuz. Premi geopolitik (tambahan harga karena risiko politik/konflik) itu tampaknya masih menjadi faktor yang bertahan di pasar saat ini. Hari ini, situasinya berkembang dengan WTI diperdagangkan sekitar $80 per barel. Berbeda dari kenaikan persediaan tahun lalu, laporan EIA terbaru menunjukkan stok minyak mentah AS naik hanya 1,4 juta barel, lebih rendah dari perkiraan 2,1 juta. Ini menunjukkan permintaan tetap cukup kuat. Dengan kondisi ini, volatilitas (naik-turun harga yang cepat dan besar) meningkat, sehingga opsi call long (membeli opsi untuk mendapatkan manfaat jika harga naik, dengan risiko terbatas pada premi yang dibayar) menjadi strategi menarik untuk menangkap potensi kenaikan sambil membatasi risiko. Keputusan terbaru OPEC+ (kelompok negara produsen minyak) untuk memperpanjang pemotongan produksi sukarela 2,2 juta barel per hari hingga kuartal kedua memberi “lantai” kuat bagi harga (membantu menahan harga agar tidak mudah jatuh). Komitmen pengaturan pasokan ini mengurangi jumlah minyak di pasar, sehingga keseimbangan global menjadi lebih ketat. Level resistance yang dipantau di sekitar $79–$80 pada Januari 2025 kini menjadi zona support penting. Terlihat open interest yang besar (jumlah kontrak opsi yang masih terbuka) pada opsi call WTI dengan harga strike (harga patokan pelaksanaan opsi) $85 dan $90 untuk beberapa bulan ke depan. Bull call spread (strategi membeli call di strike lebih rendah dan menjual call di strike lebih tinggi untuk menekan biaya) bisa menjadi cara yang lebih hemat untuk memanfaatkan peluang kenaikan bertahap menuju target tersebut. Namun, indikator teknikal tetap perlu diawasi, karena RSI kembali mendekati area overbought (kondisi “terlalu mahal”/terlalu cepat naik, sehingga rawan koreksi), mirip dengan kondisi tahun lalu. Tanda terobosan diplomatik di Timur Tengah atau perlambatan pemulihan ekonomi Tiongkok bisa memicu penurunan tajam. Karena itu, menggunakan opsi put (opsi untuk mendapat manfaat jika harga turun) sebagai perlindungan penurunan (melindungi portofolio dari penurunan harga) adalah langkah yang bijak.

    Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.

    see more

    Back To Top
    server

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    Ngobrol langsung dengan tim kami

    Obrolan Langsung

    Mulai percakapan langsung lewat...

    • Telegram
      hold Ditangguhkan
    • Segera hadir...

    Halo 👋

    Bagaimana saya bisa membantu?

    telegram

    Pindai kode QR dengan ponsel Anda untuk mulai mengobrol dengan kami, atau klik di sini.

    Belum memasang aplikasi Telegram atau versi Desktop? Gunakan Web Telegram sebagai gantinya.

    QR code