Pergerakan Mata Uang Utama
EUR/USD diperdagangkan dekat 1,1640 setelah PPI (Indeks Harga Produsen, ukuran perubahan harga di tingkat pabrik/produsen) Zona Euro Januari naik 0,7% dibanding bulan sebelumnya, versus 0,2% yang diperkirakan dan -0,3% sebelumnya. GBP/USD berada di sekitar 1,3370, sementara “pricing” pasar untuk pemangkasan suku bunga Bank of England (perkiraan peluang pemangkasan yang tercermin di harga instrumen pasar) bergeser dari 74% menjadi 25% setelah harga minyak naik. USD/JPY diperdagangkan dekat 157,00 dan AUD/USD sekitar 0,7070 menjelang Neraca Perdagangan Australia Januari (selisih nilai ekspor dan impor). Emas diperdagangkan di $5.149, sementara minyak bertahan dekat 74,10 setelah sempat puncak $77, setelah pasukan Iran menyita Selat Hormuz, yang mengganggu jalur perdagangan minyak Asia. Data berikutnya mencakup Neraca Perdagangan Australia, Penjualan Ritel Zona Euro, Pemutusan Kerja Challenger AS (laporan rencana PHK dari perusahaan), Klaim Pengangguran Awal (jumlah klaim tunjangan pengangguran baru), serta produktivitas AS dan biaya tenaga kerja. Jumat menghadirkan Pesanan Pabrik Jerman, ketenagakerjaan dan PDB (Produk Domestik Bruto, ukuran total output ekonomi) Zona Euro, serta NFP AS (Non-Farm Payrolls, pertambahan tenaga kerja di luar sektor pertanian), Penjualan Ritel, dan tingkat pengangguran. Bank sentral menambah 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar pada 2022, pembelian tahunan tertinggi dalam catatan. Emas sering bergerak berlawanan arah dengan Dolar AS, Obligasi Pemerintah AS (US Treasuries, surat utang negara AS), dan aset berisiko. Tanggal hari ini adalah 2026-03-05T02:51:22.689Z.Melihat Kembali Satu Tahun Lalu
Kita mengingat periode yang sama tahun lalu ketika konflik AS–Iran menunjukkan bahwa data ekonomi AS yang kuat, seperti laporan ADP dan ISM, bisa menjadi tidak penting. Sentimen pasar sepenuhnya didorong oleh ketakutan geopolitik, sehingga menekan Dolar AS meski angkanya positif. Ini menjadi pengingat poin-poin penting bahwa risiko dari berita utama bisa langsung mengalahkan faktor dasar ekonomi. Penyitaan Selat Hormuz pada 2025 membuat harga minyak melonjak ke $77, yang kini kita tahu menjadi puncak krisis. Meski ketegangan mereda, minyak mentah WTI (patokan harga minyak AS, West Texas Intermediate) kini diperdagangkan sekitar $85 per barel per Maret 2026 dan sangat mudah bergejolak, mencerminkan “premi risiko” (tambahan harga karena ketidakpastian) dalam rantai pasok global. Harga dasar yang tinggi ini terus memengaruhi perkiraan inflasi (perkiraan kenaikan harga umum) di ekonomi utama. Peran emas sebagai aset aman (pilihan saat pasar takut) terlihat jelas ketika mencapai $5.149 per ons saat puncak gejolak tahun lalu. Hari ini, harganya stabil dekat $4.800, dengan banyak dukungan harga berasal dari pembelian bank sentral yang berlanjut, yang mencatat kenaikan bersih lebih dari 950 ton pada 2025. Ini menunjukkan pelaku besar (institusi) masih melindungi diri dari ketidakstabilan. Setahun lalu, Indeks Dolar (DXY) turun ke 98,80 saat AS terlibat langsung dalam konflik. Kini, dengan perdamaian yang rapuh, DXY diperdagangkan lebih kuat sekitar 104,50, didorong fokus Federal Reserve (bank sentral AS) pada inflasi, yang tercatat tinggi di 3,1% dibanding setahun sebelumnya untuk Februari 2026. Perubahan fokus ini berarti ekspektasi suku bunga kembali menjadi faktor utama penggerak dolar.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.