Ekonomi Global Menghadapi Ketidakpastian Berkepanjangan
Georgieva mengatakan ekonomi global bisa memasuki masa perubahan yang berkepanjangan. Ia mengaitkan risiko ini dengan ketegangan geopolitik yang terus berlangsung dan dampak lanjutan yang mungkin terjadi. Karena ketahanan ekonomi global sedang diuji, kita harus bersiap menghadapi masa ketidakpastian yang panjang. Konflik baru ini kemungkinan besar akan mendorong gejolak pasar (pergerakan harga yang cepat dan tajam) dalam beberapa minggu ke depan. Bagi trader derivatif (instrumen keuangan yang nilainya mengikuti aset lain), ini berarti fokus pada instrumen yang cocok untuk pergerakan harga besar serta melakukan lindung nilai (hedging, yaitu mengurangi risiko) pada portofolio. Dampak paling langsung akan terjadi pada harga energi, yang kemudian memengaruhi banyak hal lain. Kontrak berjangka (futures, yaitu perjanjian membeli/menjual di harga tertentu pada tanggal tertentu) minyak Brent untuk pengiriman bulan Mei sudah melonjak lebih dari 8% minggu ini, menembus level US$110 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir 2024. Trader dapat mempertimbangkan membeli opsi call (hak untuk membeli pada harga tertentu) pada kontrak berjangka minyak atau pada ETF (reksa dana yang diperdagangkan di bursa) sektor energi untuk memanfaatkan potensi kenaikan harga lanjutan. Sentimen pasar memburuk, menciptakan kondisi “lari ke aset aman” (flight-to-safety, yaitu investor memilih aset yang dianggap lebih aman). Kita melihat CBOE Volatility Index, atau VIX (indeks yang mengukur perkiraan volatilitas pasar saham AS), melonjak ke 28,5, level yang belum terlihat sejak kekhawatiran perbankan regional pada 2025. Membeli opsi call VIX adalah cara langsung untuk mengambil keuntungan dari naiknya rasa takut di pasar.Penempatan Transaksi Untuk Volatilitas Dan Risiko Kebijakan
Guncangan pada energi ini akan mendorong inflasi, sehingga menambah tekanan pada para pembuat kebijakan. Ekspektasi inflasi tersirat (perkiraan inflasi yang tercermin dari harga instrumen pasar) dari selisih TIPS 5 tahun (spread, yaitu selisih imbal hasil; TIPS adalah obligasi pemerintah AS yang nilainya menyesuaikan inflasi) melebar 30 basis poin (bps; 1 bps = 0,01%) hanya dalam sepuluh hari. Ini menunjukkan pasar menilai Federal Reserve mungkin harus menunda pemangkasan suku bunga. Hal ini membuat kontrak berjangka dan opsi suku bunga (alat untuk mengambil posisi atau melindungi risiko perubahan suku bunga) serta opsi pada ETF obligasi menjadi alat penting untuk menghadapi perubahan kebijakan moneter (kebijakan bank sentral terkait suku bunga dan jumlah uang beredar). Kita bisa melihat kembali reaksi pasar pada 2022 ketika peristiwa geopolitik serupa memicu krisis energi. Lonjakan volatilitas di awal diikuti periode inflasi yang bertahan lama dan mengubah kebijakan bank sentral lebih dari satu tahun. Sejarah menunjukkan ini bukan peristiwa jangka pendek, sehingga posisi awal sebaiknya disusun dengan pandangan beberapa bulan. Mengingat potensi penurunan pasar yang luas, melindungi eksposur saham yang sudah dimiliki kini menjadi hal utama. Kami menggunakan opsi put (hak untuk menjual pada harga tertentu) pada indeks besar seperti S&P 500. Ini memberi posisi defensif yang jelas terhadap gabungan risiko inflasi lebih tinggi dan ketidakstabilan geopolitik. Buat akun live VT Markets Anda dan mulai trading sekarang.Mulai trading sekarang — klik di sini untuk membuat akun live VT Markets Anda.